Aktivis Sebut Ada Dugaan Calo Dan Pungli Dalam Program UMKM

Aktivis Sebut Ada Dugaan Calo Dan Pungli Dalam Program UMKM

Program Bantuan Untuk masyarakat Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Dari kementrian Koperasi Dan UMKM RI dalam Masa Pandemi Covid19 ini di nilai tidak tepat Sasaran. Hal Itu di Ungkap kan Oleh Ali Taufan Vinaya. ketua Jaringan Masyarakat Dan Pendukung Jokowi Bogor Raya ( JAMPE JOKOWI ) Kepada awak media 29/11. Beliau menilai Dinas Koperasi yang ada di Kabupaten Bogor Gamang,Gagap Dan tidak siap dalam Program Tersebut. Banyak Sekali Temuan Temuan yang terjadi di lapangan dalam Program tersebut,Mulai Dari Proses Pengajuan Bantuan sampai dengan Pencairan Semuanya itu menjadi sasaran Empuk Bagi para *Oknum Calo* yang mencari Uang. Kementrian Koperasi Dan Usaha Mikro Kecil Dan menengah, pada masa Pandemic Covid19 ini meluncurkan Program Banpres Produktif senilai 2,4 Juta Rupiah / KPM. Program Tersebut Menjadi Salah satu Kebijakan Dalam rangka Mengatasi Pandemi Covid19 yang terjadi. Bantuan Tersebut Itu Untuk Membangun dan menghidupkan Roda ekonomi Masyarakat. Tapi Justru Yang terjadi Banyak sekali Masyarakat yang tidak memiliki usaha pun bisa mendapatkan Bantuan tersebut. Adanya Pungli mulai Dari Proses Pendaftaran, sampai dengan Proses Pencairan adalah Fakta Yang terjadi Di lapangan, Dan Itu Nilai nya Sangat Variatif, Mulai Dari 200 Rb / KPM sampai dengan 600Rb / KPM Tegas Sabri Maulana Ibrahim. Bahkan Bukan hanya itu, Banyak Juga Masyarakat yang tidak memiliki Usaha Tapi bisa mendapatkan Bantuan Tersebut. Sementara Ada Juga Kasus Lain Seperti Dalam 1 KK Bisa mendapatkan Semua bantuan. Dan Ini bukan hanya terjadi Di wilayah Pamijahan saja, Di Ciampea, Lw Liang, Cibungbulang, Jasinga, Ranca Bungur Semua Kasus nya Sama. Tegas Wakil Ketua Karang taruna Kecamatan Pamijahan. Sebagai bagian dari tim Monitoring Gugus tugas Pusat Dalam Masa Pandemi, Pandemi Covid19, Kita akan Sampaikan masalah Ini kepada Tim gugus tugas, Tegas Aktivis Yang biasa di Panggil ATV.

Rilis