Anggota DPRD Jabar, Asep Wahyu Sebut Mutu Pendidikan Bogor Barat Jadi PR Bersama

Anggota DPRD Jabar, Asep Wahyu Sebut Mutu Pendidikan Bogor Barat Jadi PR Bersama

Bogor- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat (Jabar), Asep Wahyu Wijaya, menilai bahwa, untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya wilayah Bogor Barat, Kabupaten Bogor, menjadi tanggung jawab bersama.

Politisi Demokrat yang berangkat di daerah pemilihan Kabupaten Bogor tersebut, memiliki catatan tahun kebelakang rata-rata penduduk dalam menjalani pendidikan formal.

"Dalam meningkatkan dunia pendidikan di Bogor Barat adalah PR bersama,"tegas Asep Wahyu Wijaya kepada wartawan, Selasa (22/09/2020). Politisi putra asli Pamijahan, Kabupaten Bogor itu mengakui bahwa, sempat membaca dokumen yang dirilis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Rilis itu menuangkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) disefenisikan sebagai jumlah tahun yang di gunakan penduduk dalam menjalani pendidikan formal. Politikus yang dua kali duduk dikursi DPRD Provinsi Jabar itu menyebutkan.

Cakupan penduduk yang dihitung RLS ialah penduduk berusia 25 tahun ke atas. Dengan asumsi pada umur 25 tahun proses pendidikan sudah tamat. Terutama, kata dia, RLS di Kecamatan Leuwiliang yang diketahuinya paling tinggi.

"Saat itu posisinya sendiri berada di peringkat ke-17 dengan RLS hanya 7 tahunan, itu artinya warga di Kecamatan Leuwiliang tingkat pendidikannya sama dengan kelas 1 SMP. Selebihnya, warga di beberapa kecamatan di Bogor Barat RLS hanya 6 dan 5 tahun saja, jadi sama dengan kelas 5 dan 6 SD,"sebut Asep Wahyu, yang menduduki kursi Komisi IV DPRD Jabar.

Dia melanjutkan, dengan rujukan pemahan terkait kondisi itu, Asep Wahyu, mengajak semua elemen dan lapisan masyarakat untuk membangun penyadaran guna menggunggah rasa pentingnya pendidikan.

Karena menurutnya, keberhasilan suatu wilayah disebabkan dengan tingginya kualitas pendidikan, masyarakat yang mempunyai pendidikan tinggi semua permasalahan yang ada di wilayahnya dapat diselesaikan.

" kalau saya membantu membangun ruang kelas baru melalui Anggaran Provinsi lalu ternyata kelas tersebut selalu penuh, berarti persoalannya ada pada infrastruktur pendidikannya.

 "Atas dasar itu maka salah satu jalan meningkatkan derajat kualitas SDM dan KLS melalui pendidikan adalah dengan cara membangunkan ruang-ruang kelas baru. Karena Daya sering mendapatkan laporan bahwa bantuan yang diberikan ternyata memberikan stimulus yang positif bagi dunia Pendidikan dilingkungan masyarakat," ujarnya,

"Lalu diberikan bantuan 2 ruang kelas, terbangunkan 3 ruang kelas baru. Artinya warga yang cerdas sangat mengerti dan memahami urgensi dibangunnya sarana pendidikan itu untuk anak-anaknya.

Meskipun dalam proses pembangunan terkadang ada yang berpikiran picik dan kerdil dengan alasan bermacam-macam hal itu bisa menghambat proses pembangunan pendidikan,"tambah dia.

Kontributor:  A. Sambas

Editor          : Asep Saprudin