Anton, Perhatikan Lumbung Padi Sirnarasa

Anton, Perhatikan Lumbung Padi Sirnarasa

TANJUNGSARI|fajarbogor.com- Desa Sirnarasa, Kecamatan Tanjungsari, dikenal sebagai salah satu lumbung padi di Kabupaten Bogor. Lantaran didaerah itu terdapat area pesawahan yang terhampar. Mayoritas warga pun bercocok tani dengan menanam padi sebagai penunjang ekonomi.

“Sirnarasa itu kan desa lumbung padinya Kabupaten Bogor. Predikat itu harus dipertahankan. Selain areal pesawahan harus dilindungi, sarana dan prasarana penunjang pertanian pun harus diperbaiki, seperti saluran irigasi,” kata   Wakil Ketua Komisi V DPR – RI Anton Sukartono Suratto, dalam keterangan tertulisnya Minggu kemarin.

Ditambahkannya, irigasi merupakan penunjang penting dalam meningkatkan produktifitas hasil panen, karena tanpa irigasi yang memadai, panen padi yang melimpah pun tidak akan terealisasi malah hanya jadi angan semata. “Alhamdulillah, Rabu (14/11) lalu, saluran irigasi tersier yang ada di Desa Sirnarasa, yang panjangnya mencapai 287 meter sudah selesai diperbaiki dengan bantuan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPERA). Perbaikan irigasi itu bagian dari program mendukung peningkatan hasil panen padi,” jelasnya.

Camat Tanjungsari Ahmad Kosasih membenarkan, perbaikan irigasi terealisasi di Desa Sirnarasa. Tujuannya ialah untuk mendorong peningkatan produktifitas padi. Karena dengan lancarnya pasokan air, meski saat musim kemarau tiba, program tanam. Camat pun mengapresiasi peran Wakil Ketua Komisi V DPR – RI Anton Sukartono Suratto, yang aspiratif memperjuangkan usulan yang disampaikan warga, khususnya para petani di Kecamatan Tanjungsari.

“Perbaikan irigasi di Desa Sirnarasa itu terealisasi, berkat perjuangan Pak Anton, sehingga bisa mendapatkan bantuan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPERA), tanpa peran beliau tentunya sangat sulit, untuk mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Ketua Kelompok Tani Tunas Sejahtera Kecamatan Tanjung Sari, Bubun Ahmad Zakaria optimis, padi yang dihasilkan petani pada musim panen 2019 mendatang akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Irigasi yang sebelumnya dikeluhkan petani, lantaran airnya tidak lancar, akibat kondisi irigasi yang rusak sudah diselesaikan, aliran air dari hulu sampai hilir pun makin lancar. Insya Allah, pada musim panen nanti gabah yang dihasilkan akan lebih banyak,” katanya.

Bubun menjelaskan, perbaikan irigasi yang panjangnya mencapai 287 meter itu pengerjaannya dilakukan dengan cara bergotong royong melibatkan semua elemen masyarakat desa.

“Tak hanya irigasi yang kita perbaiki, endapan lumpur yang ada di hulu irigasi kita keruk, saat musim kemarau lalu, hasilnya bisa dilihat sendiri kan, air sangat lancar mengalir sampai kehilir,”  tutupnya. 

Akhtar Rendra