Awas Ada Kutipan, 9500 KTP Elektronik Di Kecamatan Ciampea Di Bagikan

Awas Ada Kutipan, 9500 KTP Elektronik Di Kecamatan Ciampea Di Bagikan

CIAMPEA | fajarbogor.com- Pemerintahan Kecamatan Ciampea Jumat 4 April 2018, mendistribusikan  9500 keping Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik hasil perekaman 2017-2018 ke tiap-  tiap desa. Diketahui Kecamatan Ciampea sendiri memiliki 13 desa. Kasie Pelayanan Kecamatan Ciampea Yogi. T mengatakan pendistribusian itu dilakukan mengingat sebentar lagi Kabupaten Bogor salah satu daerah yang akan mengikuti pesta Demokrasi Pemilihan Kepala daerah pada Pilkada 27 Juni 2018 mendatang. Dari itu KTP-E yang sudah tercetak segera didistribusikan.

"Hari ini kita bagikan 9500 keping KTP-E ke 13 desa yang ada di Kecamatan Ciampea,"ujarnya.

Yogi menambahkan, untuk Kecamatan Ciampea dari 9500 keping KTP-E yang tercetak masih tersisa 6000 yang belum terselesaikan dicetak. Namun hal itu perlu dilakukan verifikasi karena masih ada KTP yang tercetak doble(satu nama dua ktp) yang tentu ini jadi hambatan untuk pendistribusian.

"Dan untuk yang belum direkam dari data KPU itu sebanyak 1500 warga yang belum melakukan  perekaman. Kami berharap Disdukcapil segera menyelesaikan KTP yang belum tercetak itu,"kata Yogi.

Dia pun meminta kepada para kepala desa (kades) setelah didistribusikanya KTP-E  ini, tidak ada pungutan atau biaya yang dibebabkan ke warga.

"Jangan sampai ada warga yang mengadu ada pungutan biaya pendistribusian KTP yang sudah tercetak ini, berapaun itu nominalnya tidak diperbolehkan,"himbaunya.

Hal senada diungkapkan Kepala Seksi Identitas Penduduk  Disdukcapil Kabupaten Bogor Indah Handayani mengatakan, pembuatan Kartu Keluarga (KK) dan KTP-E semuanya gratis. Namun terkadang masyarakat malas mengurus sendiri ataupun tidak ada waktu, akhirnya memilih lewat perantara. Jika sudah lewat perantara, tentunya ada biaya ongkos pengurusan atau biasa disebut uang bensin. 

"Banyak hal yang dirugikan jika lewat perantara. Selain pakai uang, ketika ada perubahan data pengisiannya, kebanyakan perantara asal nembak, tidak valid. Akhirnya di kemudian hari harus direvisi lagi datanya,” beber Indah.

Sampai April 2018, Disdukcapil sudah mencetak KTP-E yang perekaman datanya sudah dilakukan di kecamatan atau istilahnya Print Ready Record (PRR) sebanyak 260 ribu KTP-E.

Kontributor : Akhtar R