Balad Karya, Yudi AS Minta Presiden Jokowi Cabut Moratorium, Persiapan Kabupaten Bobar Tidak Ada Masalah

Balad Karya, Yudi AS Minta Presiden Jokowi Cabut Moratorium, Persiapan Kabupaten Bobar Tidak Ada Masalah

 

 Bogor- Jauh sebelum masa pandemi Covid19 sekarang, yang dampaknya hampir berpengaruh ke semua lini sektor, termasuk berimbas pada kondisi terpuruknya perekonomian di negeri ini.

Ternyata tidak menyurutkan harapan banyak masyarakat Bogor Barat (Bobar), yang telah lama mendamba nasib baik terwujudnya pemekaran dari Kabupaten Bogor, menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Bobar.

Meski setelah terhambat moratorium sejak 2015 lalu, namun dukungan makin kuat datang dari kalangan lapisan masyarakat, tokoh-tokoh serta politisi yang duduk dikursi parlemen, baik itu daerah mau pun pusat.

Bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor siap menyokong dana persiapan menuju DOB Bobar. Kini, nasib DOB menunggu "lampu hijau' dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Kendati demikian, Yudi Agus Soleh, salah satu tokoh lawas asal Bobar menyampaikan bahwa, pihaknya amat mengapresiasi sikap Pemkab Bogor yang siap mendukung persiapan penyelenggaraan pemerintahan untuk DOB Bobar, kedepan.

Ketua Balad Karya Kabupaten Bogor itu berharap, Presiden Jokowi mencabut moratorium DOB Bobar.

" Tinggal Presiden Jokowi mencabut moratorium. Karena untuk persiapan DOB Bobar tidak ada masalah. Sebab Pemkab Bogor tidak keberatan menganggarkan Rp 25 miliar, tiap tahun. Jadi tidak akan terlalu menjadi beban pusat,"tegas Yudi Agus Soleh, kepada wartawan pekan kemarin.

Politisi senior Partai Golkar Bumi Tegar Beriman itu melanjutkan, Kabupaten Induk Kabupaten Bogor bakal menyokong anggaran persiapan DOB selama tiga tahun. Jadi, kata dia, jika di akumalisikan dari Rp 25 miliar, maka total anggaran APBD Kabupaten Bogor bakal terserap sebesar Rp 75 miliar.

Kabar baik itu, tambah Dia, disambut baik oleh elemen masyarakat Bobar. "Persiapan Kabupaten Bobar untuk jangka waktu 3 tahun berturut turut. Terhitung sejak persesmian yang di setujui oleh Bupati Bogor Ade Yasin dan ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudi Susmanto, untuk dana dukungan senilai Rp 75 Milyar,"tambah Yudi menyampaikan.

Dilokasi berbeda, Abah Surya, juga masih tokoh Bobar, memiliki harapan sama terkait untuk mewujudkan pemekaran Kabupaten Bogor Barat. Dia pun menyampaikan permohonan kepada Presiden Jokowi untuk segera mencabut moratorium. Ia pun mengaku optimis jika Kabupaten Bobar akan terealisasi.

"Hampir 16 tahun masyarakat menunggu Bobar jadi Kabupaten mandiri. Dan terima kasih untuk Pemkab Bogor atas dukungannya. Kami pun memohon dengan meminta Presiden Jokowi merestui DOB Bobar. Kami siap untuk menciptakan Kabupaten Bobar yang maju disemua lini sektor. Karena itulah harapan dan cita-cita ingin pemekaran,'ujar Abah Surya dengan nada semangat.

Sementara itu, Asep Wahyu Wijaya, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Fraksi Demokrat menyampaikan, meski moratorium belum juga di cabut, namun politisi asli putra Bogor menegaskan, jika sikap politiknya jelas menyorong terbentuknya DOB Bobar. Menurutnya, langkah itu menindaklanjuti aspirasi warga di daerah pemilihan, yakni zona Kabupaten Bogor.

"Agenda Paripurna terkait persetujuan tiga DOB itu sudah disepakati, sebelum Komisi 1 DPRD Provinsi Jawa Barat mendatangi Panitia/Presidium Pemekaran di 3 Kabupaten. Dari jauh - jauh hari sikap politik di Pemprov Jawa Barat sudah tegas dan jelas. Kami mendukung pembentukan tiga DOB di Jawa Barat, termasuk Bobar," tukas Asep Wahyu.

Kemudian patut diketahui, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menjelaskan, luas wilayah 40 kecamatan dan bentang jarak tempuh menjadi kendala dalam memaksimalkan pelayanan. Dia pun berharap, DOB Bobar terus didorong sebagai solusi mewujudkan pemerataan pembangunan yang sukar terwujud oleh Pemkab Bogor.

"Kabupaten Bogor ada 40 kecamatan dengan penduduk 5,8 juta jiwa. Dan rentang kendali kita terlalu jauh. Sisi lain, kemapuan anggaran kecil sehingga untuk pemerataan pembangunan agak berat,"jelas Burhan.

Dia menerangkan, dalam RAPBD 2020 sekarang, Pemkab Bogor mengusulkan anggaran sebesar Rp 40 miliar untuk membebaskan lahan seluas 40 hektar peruntukan calon Ibu Kota Kabupaten Bobar nanti. (*)

kontributor  : Asep Sambas

Editor         : Asep Saprudin