Belum Halal Gunakan Kondom Sampai Berserakan, Akhirnya Puluhan Pasangan Nakal Menghuni Kontrakan Kena Razia Satpol PP

Belum Halal Gunakan Kondom Sampai Berserakan, Akhirnya Puluhan Pasangan Nakal Menghuni Kontrakan Kena Razia Satpol PP

KEMANG- Ceceran alat kontrasepsi berjenis kondom menjadi pemandangan yang menggelikan saat Satpol PP Kabupaten Bogor, menggelar razia penyakit masyarakat (pekat) dengan menyisir tiap kontrakan di wilayah Kecamatan Kemang.

Tiga lokasi yang di santroni lembaga penegak peraturan daerah (Perda) itu diantaranya Gang Kiray, Gang Empang dan Blok Yuli.

Alhasil, petugas pun menggelandang puluhan pasangan muda mudi yang disinyalir belum halal secara pernikahan. Kemudian mereka pun diamankan petugas guna didata dan dilakukan penanganan selanjutnya.

Nah, saat pasangan terjaring razia itu dikumpulkan dihalaman kontrakan, serakan kondom yang diduga bekas pakai "pengamanan", nampak terlihat menjadi saksi bisu perguluman syahwat pasangan muda mudi nakal . Padahal perbuatan itu sangat dilarang dalam agama mau pun oleh negara.

Kabid Perundangan Satpol PP Kabupaten Bogor Agus Ridho menjelaskan, operasi itu rangkaian dari kegiatan razia yang sebelumnya sudah dilakukan di sejumlah wilayah. Agenda itu, sambungnya, merupakan bagian dari program Pancakarsa yang kembali digagas Bupati Bogor Ade Yasin (AY), dengan nongol babat (Nobat), program untuk meminimalisir pekat yang dicanangkan era Bupati Bogor, Rahmat Yasin, yang merupakan kakak kandung dari AY.

“Pasangan yang diamanakan kita lakukan pendataan dulu untuk selanjutnya diperiksa kesehatan oleh dinkes. Karena, pada operasi sebelumnya didapati satu orang terindikasi HIV/AIDS,” jelasnya kepada wartawan. Senin (21/01).

Diketahui menjadi tempat maksiat, Satpol PP juga, tegasnya, akan menyegel kontrakan yang digunakan sebagai lokasi mesum itu.

”Dan nantinya dilakukan pembongkran sekaligus dipanggil pemiliknya. Ada beberapa bangunan yang sudah dibongkar tapi dibangun kembali. Kedepan bekas kontrakan tersebut akan dijadikan Islamic Center sesuai perintah bupati,” tutupnya.(*)

 

Akhtar Rendra