Biaya Besar Untuk Stadion Pakansari Menuju Sejarah Piala Dunia U-20

Biaya Besar Untuk  Stadion Pakansari Menuju Sejarah Piala Dunia U-20

Penulis : Susilo Utomo

(Aktivis Medsos SurGa Bogor)

INDONESIA ditunjuk menjadi tuan rumah untuk perhelatan akbar Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. Dari 10 stadion yang diajukan PSSI, FIFA pun melirik enam venue yang akan dijadikan lokasi pertandingan, termasuk stadion Pakansari, Kabupaten Bogor di Piala Dunia U-21 nanti. Kabar itu pun disambut suka cita oleh insan sepak bola Bogor khususnya.

Dengan nanti terpilih Stadion multi fungsi kebanggan masyarakat Bogor yang rampung dibangun 2014 lalu, tentunya akan dicatat oleh sejarah sebagai salah tempat yang digunakan oleh para pemain muda berbakat dari luar negeri. Bahkan mata pecinta sepak bola dibelahan dunia akan tertuju ke Pakansari.

Maka sangat dimaklum jika Bupati Bogor Ade Yasin beserta jajarannya seperti Dispora dan KONI melakukan inpeksi untuk melihat langsung kelayakan stadion Pakansari berikut penunjang lainnya. Munculah hitungan  angka rupiah untuk mempercantik stadion Pakansari dengan nilai yang dibutuhkan sebesar lebih kurang Rp 132 miliar.

Informasinya dari sejumlah media, anggaran pun disiapkan diambil dari APBD Kabupaten Bogor, Rp 110 miliar dan CSR yang dikelola oleh TJSL sebesar Rp 22 miliar akan di alokasikan Rp 10 miliar guna perbaikan Stadion Pakansari. Lalu Rp 100 miliar untuk aksesibilitas penunjang, yakni jalan yang akan diperbaiki dan diperlebar mulai dari pintu tol Sentul Selatan, Jln Raya Sentul dan sekitar stadion Pakansari.

Kemudian Rp  22 miliar dari CSR akan dipergunakan untuk menambah landmark berupa patung-patung orang berolahraga, tulisan-tulisan sport dan penanda Stadion Pakansari. Tentunya rumusan anggaran itu untuk mensukseskan Indonesia jadi tuan rumah pelaksanaan Piala Dunia U-20.

Lalu pertanyaan saya apakah semangat Piala Dunia ini dan besarnya biaya yang dikeluarkan dari uang rakyat akan mendapatkan hasil yang maksimal untuk kembali ke rakyat dalam rangka peningkatan kesejahteraan?. Tentunya pemerintah telah memperhitungkan segala aspek keterkaitan.

Setidaknya event itu akan membuka mata dunia terhadap potensi di Bogor, termasuk dunia pariwisata yang potensial. Dilemanya adalah infrastruktur penunjang di Kabupaten Bogor seperti Hotel-Hotel berbintang 4 atau 5 sangat jarang, apalagi ini adalah pemain-pemain kelas dunia, pasti permintaannya yang utama adalah fasilitas.

Jangan sampai mereka memilih menginap didaerah tetangga seperti Kota Bogor atau DKI Jakarta. Sebab itu merupakan potensi pendapatan bagi pemasukan, penjualan tiket dan merchandise asli juga biasanya di kelola oleh FIFA, termasuk hak siar pertandingan. Padahal, demi terselenggaranya event ini, nasib PKL juga harus dipikirkan, jika perlu direlokasi dizona perniagaan.

Sekali lagi saya yakin jika Pemkab Bogor sudah memiliki hitung-hitungan potensi besar ketika event ini terselenggara, dan pasti sudah dirumuskan oleh para team ahli. Sehingga sukses Piala Dunia U-20 terselenggara, prestasi pun meraih juara, ekonomi pun bertambah sejahtera.

Pastinya sejarah akan mencatat bahwa stadion Pakansari menjadi salah satu venue penyelenggaraan Piala Dunia U-20. Untuk itu, DPRD harus rajin mengawasi dengan mempelajari serta mempertimbangkan, ketika anggaran ABPD akan dialirkan bagi persiapan penyelengaraan kompetisi Piala Dunia, agar berkorelasi juga bagi kelangsungan masyarakat.

Semoga saja kedepan, dengan terpilihnya stadion Pakansari menjadi salah satu venue pertandingan tim muda sepak bola dalam memperebutkan tropi Piala Dunia U-20, menjadi pemicu bagi prestasi tim sepak bola lokal menuju kancah Internasional.

(Dirangkum Dari Berbagai Sumber)