Bogor Bakal Miliki Kawasan Indutri Asri, Green Industrial Park Jonggol

Bogor Bakal Miliki Kawasan Indutri Asri, Green Industrial Park Jonggol

 

Bogor- Kabupaten Bogor wilayah Timur dikenal sebagai daerah industri. Predikat itu kian kuat dengan akan adanya kawasan Industri seluas 300 hektar yang berkonsepkan ramah lingkungan.

Hal itu diungkapkan Amam Hamami, Direktur PT. Pati Agung Makmur (PT PAM) yang mengungkapkan bahwa, kawasan industri yang lahir dengan konsep terpadu.

"Green Industrial Park ini lokasinya di Desa Wedinggalih dan Sirna Galih, Kecamatan Jonggol. Dan program ini sudah berjalan sejak 2014, telah mengantongi legalitas,"ungkap Amam Hamami saat ditemui disalah satu rumah makan dikawasan Tajur, Kota Bogor, belum lama ini.

Dilanjutkannya, gagasan perusahaannya dengan membangun kawasan industri hijau itu, merespon dari program pusat yang tengah mewujudkan area ekonomi yang asri dalam menyelamatkan ancaman kerusakan lingkungan.

"Kapling-kapling dalam kawasan ini sudah disiapkan. Rancanganya pun disesuaikan dengan standarisasi dan dilengkapi penunjang lainya,"lanjutnya.

Dia menambahkan, lokasi yang dipilihnya itu untuk menguatkan jika Bogor Timur sebagai daerah industri. Juga memiliki kawasan industrial dengan rumpun hijau.

"Terutama area itu amat strategis. Sehingga cocok bagi para investor yang ingin mengembangkan investasinya. Karena lokasinya akan tersentu pembangunan infrastruktu yang akan menunjang mobilisasi industri,"tambahnya.

Sehingga kawasan GIP Jonggol, bakal memiliksi akses pendukung jalur transportasi memadai. Karena akan terkonesksi dengan jalur cepat tol, LRT bahkan perlintasan kereta cepat Jakarta-Bandung dan bandara.

Hal itu pun akan mempermudah aktivitas para karyawan serta mobilisasi angkutan industri. Bahkan rancangan juga menyiapkan pembangunan heliped bagi pesawat helikopter untuk mendarat dikawasan GIP.

"Intinya, gagasan GIP Jonggol telah melalui kajian. Sehingga diselaraskan dengan gagasan pemerintah pusat. Dan menjadi kawasan industrial masa depan,"terangnya.

Dengan kelas premiun menjadikan kawasan GIP Jonggol sangat menunjang untuk bangunan industri. Lantaran, kata dia, kawasan industri hijau itu dirancang sedemikian rupa yang disesuaikan dengan kebutuhan.

"Ya, untuk industri Otomotif, Farmasi, Food Produk dan bagi usaha kecil menengah dengan adanya area komersil,"kata dia.

Ditambahkannya, untuk pasokan energi listrik, perusahaannya pun akan menggandeng Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan tingkatan layanan premium.

"PT Pati Makmur juga akan memberi bantuan layanan untuk mengatur koneksi listrik bagi klien,"tambahnya dengan mantap.

Kemudian GIP Jonggol akan menyiapkan jaringan pipa untuk distribusi transmisi gas, menurutnya, fasilitas itu akan menjadi alternatif sumber energi.

" Guna memastikan keamanannya bagi setiap pelanggan sambungan srat optik dari PT. Telkom akan mengakomodasi kebutuhan untuk terhubung dengan klien atau mitra,"ujarnya.

Untuk memastikan keamanan 24 jam, GIP Jonggol. Ungun kenyamanan para karyawan, juga disiapkan perumahan, apartemen dan area komersial. Truk armada kebakaran juga disiapkan untuk mengantisipasi terjadinya bencana kebakaran.

"Kami juga akan memberi bantuan pengurusan izin dan lisensi yang dibutuhkan,"janji dia.

 Pun disiapkan Instalasi pengolahan air berkapasitas 50 liter per detik atau 4300 meter kubik perhari dan dapat diupgrade hingga 200 liter per detik atau 27200 meter perkubik.

Kemudian IPAL berkapasitas 35 liter perdetik atau 3000 meter kubik perhari. Dapat ditingkatkan menjadi 120 liter perdetik atau 12000 meter kubik tiap harinya.

Patut diketahui perkembangan industri dan pola kehidupan masyarakat modern berhubungan langsung dengan peningkatan kebutuhan barang dan jasa, pemakaian sumber-sumber energi, dan sumber daya alam.

Penggunaan sumber daya alam secara besar-besaran tanpa mengabaikan lingkungan mengakibatkan berbagai dampak negatif yang terasa dalam waktu yang relatif cepat maupun dalam jangka panjang.

Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu upaya dan pola pendekatan dalam pemanfaatan sumber daya alam yaitu suatu pembangunan yang berusaha memenuhi kebutuhan.

"Tanpa mengurangi kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhan mereka," tukasnya.

 Asep Saprudin