Buntut Blokade Jalan, Bupati Bogor Ancam Tutup Galian di Rumpin dan Cigudeg

Buntut Blokade Jalan, Bupati Bogor Ancam Tutup Galian di Rumpin dan Cigudeg



CIBINONG | fajarbogor.com--Bupati Bogor Ade Yasin geram dengan ulah para sopir yang   memblokade jalan sehingga membuat  resah dan merugikan  masyarakat . Apalagi aksi blokade jalan sering dilakukan.

Dia pun berjanji jika para pengusaha tambang dan pengusa transformer angkutan tambang masih melakukan aksi tersebut  Pemkab Bogor tidak segan-segan menutup galian tambang yang ada di Rumpin, Gunung Sindur dan Cigudeg.


“Jelas aksi memblokade jalan menutup dengan material batu ditengah jalan itu merugikan masyarakat. Apalagi aksi tersebut sering dilakukan,’’tegas Ade Yasin saat dikonfirmasi wartawan media ini. Kamis (3/1/18)


Ade Yasin pun akan segera berkoordinasi dengan Pemprov Jabar soal perijinan tambang yang ada di Rumpin, Cigudeg dan Gunung Sindur. Karena Pertambangan sendiri saat ini kewenangannya ada di Pemprov Jabar.


“Apalagi sejauh ini galian tambang itu tidak terlalu besar retribusinya untuk Kabupaten Bogor, saya tidak ada kepentingan tutup saja jika memang membuat resah dan banyak galian yang tak berijin. Dan saya mendesak Pemprov Jabar untuk berbuat tegas,’’ujarnya.

Diketahui pernah diungkapkan Kadishub Jabar Dedi Taufik dari 40 galian yang ada di Rumpin dan Cigudeg baru 11 yang memiliki perijinan resmi.


Sebelumnya desakan soal perijinan tambang yang ada di Kabupaten Bogor datang dari Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat Asep Wahyuwijaya bahwa seharunya soal ketegasan menidak pertambangan itu ada di pihak kepolisian kewenangan.


“Pemprov Jabar yang memiliki kewenangan soal data perijinan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak tegas paraperlaku tambang yang tidak berijin,’’ujarnya.


Sebelumnya permasalahan soal tambang dan jalan tambang, belum lama ada aksi  penurunan material di tengah jalan oleh para sopir truk tronton di jalan Parung Panjang. Dan pada Rabu kemarin (2/1) aksi tersebut dilakukan kembali oleh para sopir truk yang tak bertanggung jawab di jalan raya tepatnya di depan Kantor Kecamatan Gunung Sindur, akibat aksi penurunan material tambang di tengah jalan itu kemacetan pun tak bisa dihindari.

 

(Akhtar Rendra)