Bupati Bogor: Bus TransJ Selain Kerawanan Sosial Juga Jadi Sarang Nyamuk

Bupati Bogor: Bus TransJ Selain Kerawanan Sosial Juga Jadi Sarang Nyamuk

Dramaga | fajarbogor.com--Terus mencuatnya keberadaan ratusan bangkai bus way transjakarta di salah satu lahan terbuka di jalan raya Dramaga, Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga selain membuat resah warga dan tak berizin itu, membuat Bupati Bogor Ade Yasin berang.

 

Senin siang (5/8) Bupati bersama Camat Dramaga Adi Hendrayana melakukan sidak ke lokasi Bus yang sempat kasus pengadaan tak sesuai spek dan telah milik aset PT Putera Adi Karyajaya yang sudah pailit.

Bupati pun meminta agar ratusan bus tersebut segera diangkut dari wilayah Kabupaten Bogor, tak hanya itu Ade Yasin juga akan surati Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait keberadaan bangkai bus transjakarta itu.

"Lokasi pinggir jalan, saya pikir jangan lama-lama karena pasti kerawanan sosial salah satunya dijadikan pacaran, sarang nyamuk, ketiga ketika orang menyimpan apa-apa kita tidak tahu, dan izin pun tidak ada," kata Bupati Bogor Ade Yasin ketika meninjau lokasi bus transjakarta Senin (5/8).

Ia juga berinisiatif dari pada nganggur mending bus yang masih digunakan dihibahkan ke sekolah, tapi selesaikan dulu kasusnya agar tak jadi masalah.

"Kalaupun sementara tidak masalah tapi jangan lama karena saya keberatan sekali, akan rawan sosial dan keberadaan bus transjakarta tidak ada yang bilang ke saya, baru camat saja melaporkan," tegasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, pihaknua akan melihat setelah kasus selesai ini mau dikemanakan dan masih toleransi, meski tempat pribadi tapi wilayahnya ada di Kabupaten Bogor.

"Saya pikir saya harus bersurat untuk menanyakan selanjutnya, dan saya tidak berkenan kalau jadi tempat penampungan bangkai bus sebanyak ini," tuturnya

AY juga mengungkapkan  Pemerintah Kabupaten Bogor sedang ada pengembangan dan tidak bagus kalau ada bangkai bus tersebut.

"Makanya kalau nanti sudah selesai bisa diangkut lagi busnya jangan sampai jadi polemik yang berkepanjangan," pungkasnya. Cep Rendra