Cianjur Terpilih Menjadi Tempat Pencegahan Pengetasan Kemiskinan

Cianjur Terpilih Menjadi Tempat Pencegahan Pengetasan Kemiskinan
CIANJUR I fajarbogor.com- Kabupaten Cianjur di jadikan daerah untuk launching pencanangan pengentasan kemiskinan, melalui program bekerja atau bedah kemisikinan rakyat sejahtera berbasis pertanian. Berlokasi di Desa Cikancana, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Rabu 24 April 2018, dihadiri oleh Bupati H. Irvan Rivano Muchtar, BKKBN, Sigit Priohutomo, Danrem Suryakancana, para pejabat Eselon 1 Kementerian, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Warga Masyarakat serta para tamu undangan lainnya. Bupati Cianjur, Rivano Muchtar mengapresiasi kementrian Pertanian yang telah dipilihnya Cianjur dalam pembukaan pemerintah pusat tersebut. Di lanjutkanya, Desa Cikancana merupakan salah satu Desa yang pernah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai Desa tertinggal dari 10 desa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Bupati juga menyampaiklan terima kasih, atas bantuan – bantuan yang diberikan khusus kepada Desa Cikancana yaitu antara lain 2.000 ekor ayam dan 20 ekor domba, 1 paket kegiatan KRPL, bantuan komoditas hortikultura yang terdiri dari 100 tanaman durian, 105 tanaman jeruk, mangga, manggis, dan tanaman pepaya, serta bantaun – bantuan lainnya. "Kami berharap bantuan – bantuan tersebut dapat bermanfaat bagi penerimanya serta dapat menambah motivasi/spirit warga masyarakat. Khususnya di Desa Cikancana untuk meningkatkan produktifitasnya juga roda perekonomian di Kabupaten Cianjur,"ujarnya di lansir daei cianjurkan go.id, Selasa 26 April 2018. Sementara itu Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, MP menambahkan, program itu bekerjasama dengan dengan Kemensos, Kementerian BUMN, BKKBN dan kementerian lainnya. "Ini merupakan solusi permanen untuk saudara – saudara kita yang kurang produktif atau kurang beruntung disektor pertanian di pedesaan,"yakinya. Ada sekitar 16 juta orang yang kurang mampu di seluruh Indonesia, dan itu akan diselesaikan secara bertahap pada tahun ini. Untuk sementara disiapkan 10 juta ekor ayam di seluruh Indonesia. Dengan sasaramn bantu bagi 200 ribu rumah tangga atau 1 juta penduduk dengan total 16 juta penduduk miskin. "Diharapkan 5 sampai 10 tahun kedepan sudah rampung, program tersebut dibentuk seperti cluster / per Kabupaten diserahkan tanaman jangka pendek seperti sayuran, menengah yakni ayam petelur dan tanaman tahunan seperti Kopi, durian dan Rambutan, pelaksanaannya system cluster atau satu cluster ke cluster lainnya berbeda jenis yang ditanam agar nantinya bisa berdiri satu industry setara dengan 1000 hektar, total yang dibutuhkan 20 -25 ribu rumah tangga berdiri satu industri dan industri tersebut yang membeli hasil produk itu nantinya sampai diproses lalu menjadi bahan jadi yang bisa di exspor atau dijual ke super market.*