Cintai diriku...

Cintai diriku...

Bagian -1

Mendung menyelimuti siang di awal bulan  November. Begitu pula dengan hatiku yang bergelayut dipenuhi rasa galau dan bingung menanti datangnya sebuah harapan pasti seseorang yang dapat memberikan ketentraman batinku dalam kekalutan hatiku ini karena sebuah alasan kehidupanku yang mungkin orang lain tak perlu mengetahuinya.

          Yah...hidup ini memang dipenuhi teka-teki kadang sulit untuk dipecahkan dengan sebuah logika bagaimana sebuah harapan itu bisa jadi nyata.

Hanya Tuhan yang memiliki semua rencana itu dan aku sebagai hambanya hanya dapat memohon semua harapan itu untuk dapat merasakannya.

         Siang itu pada jam istrirahat seperti biasa aku sedang berkumpul bersama kawan-kawan temen kelasku di tempat biasa kita nongkrong di kedainya bakso kumis dan es jeruknya si Kurus Jimmy yang letaknya di pinggir perpustakaan sekolah. Kami biasanya sambil makan dan menikmati jajanan  yang lainya saling bercanda karena di masa sekolah, sekolah adalah masa yang paling indah untuk membangun sebuah kenangan manis apalagi seusia aku menjalani masa-masa sekolah menengah atas.

Di saat aku sedang menikmati segelas Es jeruk tiba-tiba salah satu kawanku mencolek bahuku sambil menujuk ke arah jendela perpustakaan sekolah.

“Rey ada yang perhatiin loe tuh senyam-senyum ke arah kita di jendela perpustakaan dari tadi?kayanya naksir sama loe tuh cewe berdua yang di perpustakaan hahaha...” ujar Si Jo kawan sekelasku. Aku lantas memperhatikan jendela perpustakaan yang memang ada dua orang gadis sedang memperhatikan diriku sambil senyam-senyum malu karena aku perhatikan dari kantin sekolah.

“Ngawur aja loe Jo? Itu kan kaka kelas kita anak kelas 2 mana mungkin naksir ade kelas kaya kita, ngaco loe Jo hehehe...”jawabku sambil tertawa kapada si Jo kawanku.”Tapi lumayan juga Jo tomboy keliatanya hehehe....” ujarku lagi sambil tertawa kepada si Jo dan dua gadis yang ada perpustakaan yang sedang mempehatikan aku dan kawan-kawanku.

     Dan tak selang beberapa menit Teeeet....teeeeet....teeeeet suara bell sekolahpun telah berbunyi tanda aku dan kawan-kawanku harus kembali masuk kelas mengikuti pelajaran terakhir kami.

Dua gadis yang tadi memperhatikan aku pun berlalu masuk ke kelas mereka dekat dengan perpustakaan karena memang mereka kaka kelasku anak kelas 2 Sosial atau di kenal dengan istilah anak Sos.

“Ayu Rey bell udah berisik tuh jamnya pelajaran bahasa inggris sekarang, pelajaran buat mata ngantuuuuuuk hehehe...”ajak si Jo sambil beranjak dari kursi kantin sekolah. 

Namun mataku masih memperhatikan dua gadis tadi sampai lenyap masuk ke pintu kelas mereka. Cantik juga? Tuh cewe tapi mana mungkin dia naksir aku yang ade kelasnya mereka hehehe....gumanku sambil tertawa sendiri dalam hati.

“Woy cepet loe!kebiasaan masuk kelas telat melulu!” Salah satu kawanku yang bernama Apri dengan nada setengah teriak memanggilku.

Aku pun terhentak dari lamunanku memikirkan kedua gadis tadi,” iyah! Berisik loe Pri! Kaya manggil orang tuli aja loe? Apri kamprettt....” balasku setengah meradang.

“Hahaha...diem-diem naksir juga loe sama tuh cewek kaka kelas, dasar munaaaa loe Rey hahaha....” Celetuk Si Jo dengan nada mengejek sambil memasuki kelas.

Kami pun kembali mengikuti pelajaran terahir pelajaran bahasa inggris Yang gurunya kalo bicara bahasa inggris sampe mayun-manyun agar terlihat suaranya seperti orang bule kebanyakan sedangkan aku dan kawanku yang mendengarkanya suka pengen tertawa karena bingung engga ngerti. 

Teeeet....teeeet....teeeeeet bunyi bell mengakhiri jam pelajaran terakhir dan kamipun setelah memberikan hormat berhamburan ke luar kelas.

      Saat aku dan kawan-kawan baru keluar dari ruang kelas kami dan berjalan menuju gerbang sekolah untuk keluar dari sekolah tiba-tiba salah satu cewe yang ada diperpustakan itu sambil senyam-senyum menghampiriku.

“ Eh kamu?ada salam dari kawanku yang tadi bersamaku di perpustakaan, kamu tau kan orangnya?” Tegur gadis yang menghampiriku.

“Yang mana? Gue engga tau?” Balasku sambil senyum dan pura-pura lupa dengan gadis yang dia maksud.

Dan kawan-kawanku pada bengong dibuatnya, melihat gadis cantik ada Yang menghampiriku. Karena saat istirahat  tadi mereka mengolok-olok aku.

“Masa lupa? Tuuuh orangnya” sambil menujuk ke arah seorang wanita yang berambut pendek model vocalis grup musik roxxete dan dia sedang berkumpul dengan kawan-kawannya sambil tersenyum padaku.

“Oh iya aku tau itukan yang tadi di ruang perpus sama kamu, salam kenal deh dan Salamin kembali yah sama dia?” Jawabku sambil kembali menitipkan Salam ke gadis yang menghampiriku.

“Ok siaaaaaap?akan aku sampaikan Salam dari kamu buat dia?dia itu naksir kamu, abis kamu keren katanya?rambutnya gondrong kaya vokalis grup band, makanya merhatiin kamu terus diperpustakaan? Ok aku ke sana dulu yah dia nungguin salam dari kamu hehehe...”sambil tertawa lembut gadis itu pun berlalu meninggalkanku.

Akupun terus memandangi gadis Yang titip salam padaku tadi sambil tersenyum  dan diapun tersenyum juga kepadaku  sambil berbincang-bincang dengan temannya Yang menghampiri aku tadi sambil tertawa-tawa. Terlihat sekali tomboynya gadis itu karena banyak dikelilingi kawan-kawan lelakinya seolah bodyguard nya. 

“Woyyy! ko bengong dapet Salam dari kaka kelas yang tomboy itu yah hahaha,” celetuk kawanku Yang bernama Jo sambil menunjuk ke arah gadis tomboy itu.

Dan Apri si Norak pun ikut nimbrung menimpali,”Hahaha...Nanti loe panggil dia kalo dia jadi pacar loe,...Iyaaah kaka....? Wkwkwkwk....”terdengar suara kawan-kawanku tertawa terpingkal-pingkal ngecengin aku abis-abisan.

Aku hanya tertawa kecil melihat tingkah mereka  .

Bersambung .....