Deforestasi Ancam Lenyapkan Hutan Gutta Percha, Kades Cicareuh Ajukan KSO Tawarkan Konsep Wisata Pelestarian

Deforestasi Ancam Lenyapkan Hutan Gutta Percha, Kades Cicareuh Ajukan KSO Tawarkan Konsep Wisata Pelestarian

 

Sukabumi- Deforestasi, penghilangan hutan alam dengan cara penabangan secara liar menjadi dampak menyusutnya hutan Gutta Percha, Cikidang, Sukabumi, yang kini diperkirakan tinggal 50 hektar diatas lahan PTPN VIII. Padahal getah pohon Gutta Percha diblok "Tjipetir" Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), pamornya sempat mendunia.

"Hutan Percha kian menyusut tinggal 50 hektar. Itu akibat adanya penebangan pohon oleh warga sehingga lahan berubah fungsi. Untuk itu kami, pemerintah desa akan berupaya melestarikan hutan Percha dengan konsep hutan wisata sejarah,"jelas Kades Cicareuh, Ramdan, saat meninjau lokasi hutan Percha, pekan kemarin.

Dia melanjutkan, berdasarkan arsip yang diketahui pohon Gutta Percha Tjipetir ditanam oleh pihak Belanda pada tahun 1887 silam. Kini hutan itu pun masih memiliki pesona rimba yang memikat. Sehingga hutan yang dikelola oleh perusahaan plat merah tersebut, menjadi salah satu destinasi wisata yang dapat dijadikan aset pariwisata.

"Pemerintah desa sedang berusaha mengajukan profosal Dokumen Kerjasama Operasional (KSO,red) ke PTPN Nusantara VII. Harapanya kedepan agar potensi wisata hutan Gutta Percha dapat dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Cicareuh,"harap Ramdan, sambil menunjuk keberadaan monyet yang bergelantungan dipohon Gutta Percha.

Dia menambahkan, bukan saja hutan Gutta Percha, melain satwa-satwa pun harus dilestarikan. Untuk itu, kata dia, pelestarian berkonsep wisata sangat strategis dengan pengembangan pembangungan. Apalagi penunjang akses mobilisasi jalur cepat sedang dalam proses pembangunan. Kedepan Cikidang akan menjadi sorotan masyarakat dari berbagai daerah.

"Tempat ini strategis, karena tidak jauh dari pintu Tol yang sekarang sedang dibangun. Kemudian jalur Cikidang sendiri jadi akses jalan alternatif menuju tempat wisata Pelabuhan Ratu. Bahkan di Cikidang sendiri ada tempat-tempat wisata yang suka ramai oleh pengunjung. Untuk itulah penataan hutan berkonsep wisata kaki gulirkan,"tambahnya.

Dia mengaku, konsep wisata itu juga telah menyiapkan rancangan pembangunan untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat, juga akan berdampak menjadi pendongkrak kas Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sukabumi. Diharapkannya, dukungan dari semua pihak untuk mewujudkan konsep tersebut.

"Diseberang hutan Gutta Percha akan dijadikan rase area, berikut sentra ekonomi masyarakat berbasis ke arifan lokal. Lalu dilokasi itu juga akan dibangun gedung Gelanggang Olah Raga (GOR). Nanti pengunjung juga dapat melihat pabrik pengolahan getah pohon Percha yang dibangun tahun 1825 silam,"tukasnya.

Editor: Asep Saprudin