Dewan Provinsi dan Menteri Pariwasata Minta Geopark Pongkor Kedepankan Perekonomian Masyarakat

Dewan Provinsi dan Menteri Pariwasata Minta  Geopark Pongkor Kedepankan Perekonomian Masyarakat

NANGGUNG | Fajarbogor.com--Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jawa Barat Asep Wahyuwijaya berharap Geopark Pongkor yang berada di 15 Kecamatan di Kabupaten Bogor di era Kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ini diharapkan bisa menjadi sektor Pariwisata sebagai instrumen pembangunan yang dapat memberikan akselerasi pertumbuhan ekonomi bagi warga Bogor khususnya dan Jawa Barat umumnya.

"Yah mudah mudahan Pesona alam geopark Pongkor bisa berdampak baik dan panjang untuk Warga masyarakat tidak hanya sesaat . Dan sudah saya saya sampaikan beberapa saat lalu penetapan taman bumi itu perlu kajian yang akademik dan harus dipertanggung jawabkan"tegas Asep saat dikonfirmasi, Jumat (30/11/2018).

 

Hal sama diungkapkan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya meminta agar nilai keekonomian Geopark dimasukan di dalam definisi geoparknya itu sendiri karena dalam definisinya sering tidak dimasukan nilai ekonominya oleh sebab itu Indonesia kalah nilai geoparknya dengan China karena di Indonesia baru terdapat 4 Unesco Global Geopark (UGG) sedangkan China sudah 37 UGG.

“China 62 persen Ecowisata berasal dari Geopark sedangkan kita baru 35 persen, kepada tim saya minta nilai keekonomiannya geopark pongkor dimasukkan agar bisa mesejahterakan masyarakat sekitar namun khususnya masyarakat Kabupaten Bogor, “ungkapnya.

Arief juga berharap agar geopark pongkor yang berada di Kabupaten Bogor terus dilestarikan dan dijaga. Taman bumi yang kini berstatus geopark nasional meliputi Geopark Pongkor di Bogor, Geopark Karangsambung-Karangbolong di Kebumen (Jawa Tengah), Geopark Meratus di Kalimantan, Geopark Silokek di Sijunjung (Sumatera Barat), Geopark Sawahlunto di Sumatera Barat, Geopark Ngaraisianok-Maninjau di Sumatera Barat, Geopark Natuna di Kepulauan Riau, dan Geopark Banyuwangi di Jawa Timur.

Di antara geopark nasional yang ada di Indonesia, beberapa sudah mendapat pengakuan dari organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya Perserikatan Bangsa

 

Akhtar Rendra