Diah Pitaloka Gelar RDP Melalui Blusukan

Diah Pitaloka Gelar RDP Melalui Blusukan

BOGOR – Mendekati gelaran Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) pada 17 April mendatang yang tinggal beberapa hari lagi, Anggota DPR RI Komisi VIII dari Fraksi PDI Perjuangan, Diah Pitaloka kembali menggiatkan blusukan ke sejumlah tempat di Kota Bogor.

Keluar masuk kampung, dan mendengar keluhan warga, bagi Diah merupakan “rapat dengar pendapat” rutin yang kerap dilakoninya sejak sebelum musim kampanye tiba.

“Sebagaimana umumnya, saat bertemu warga, ada banyak masukan yang disampaikan. Mulai dari keluhan tentang pendidikan, beras miskin (raskin), dan lansia yang jarang tersentuh,” tukasnya saat ditemui usai blusukan di Cikaret, Bogor Selatan, baru-baru ini.

Nama politisi wanita yang juga Calon Legislatif (Caleg) DPR RI PDI Perjuangan ini dikenali berkarakter rendah hati. Saat ditanya soal namanya yang menempati posisi teratas hasil survei koran harian lokal Bogor, Diah enggan berkomentar.

Ia mengatakan, rutinitasnya lebih sering dimanfaatkan berkunjung ke sejumlah tempat yang merupakan kegemarannya sejak sebelum duduk di kursi DPR.

“Ada banyak pelajaran yang saya peroleh dengan bertemu warga. Saya bisa mendengar langsung apa yang jadi keluhan banyak orang, selain juga bisa saling mengenal. Dalam berpolitik, saya lebih memilih melakukan komunikasi langsung dengan tatap muka melalui kunjungan demi kunjungan,” tuturnya.

Diah melanggeng masuk parlemen pada 2014 lalu, setelah berhasil meraup suara di Pilpres 2019 untuk daerah pemilihan Jawa Barat III. Sebelum duduk di Komisi VIII DPR RI saat ini, wanita kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, 30 November 1977 ini pernah bertugas di Komisi II dan pada Agustus 2016 lalu ia dimutasi menjadi anggota Komisi VIII yang menangani masalah agama, sosial dan pemberdayaan perempuan.

Pada masa kuliah, Diah pernah aktif disalah satu organisasi kampus dan menjadi ketuanya. Di antaranya pernah menjadi ketua Himpunan Mahasiswa Jurnalistik Unpad pada 1999 – 2000 dan Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa periode 1998 – 1999.

Selepas kuliah, Diah bergabung ke partai besutan Megawati Soekarnoputri. Ia mengawali karir menjadi anggota Departemen Hubungan Internasional DPP PDI Perjuangan peroide (2010-2015). Di parlemen, Diah dikenal getol memperjuangkan masyarakat menengah ke bawah untuk mendapatkan haknya sesuai amanat konstitusi.

Ia paling keras menyuarakan agar janda miskin harus mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Presiden Joko Widodo. Tak hanya itu, Diah juga memperjuangkan hak warga yang tertipu umrah murah First Travel.

Politisi PDI Perjuangan ini juga ikut memperjuangkan nasib jemaah dengan membentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF), untuk mengungkap kasus yang melibatkan biro perjalanan dan umrah First Travel dan pengembalian dana korban biro perjalanan tersebut. Sejumlah penghargaan juga telah diraihnya.

Beberapa diantarnya seperti Fellowship From Goverment to Good Goverment dari Friederich Naaman Stiftiung Deutschland pada 2013 dan Fellowship Asian Political Leadership Program dari Institute for Peace and Democracy pada 2012.

Serta, Fellowship Womenin Politic dari Australia National Unversity - CDI tahun 2011, Fellowship the Amarican Council of Young Political Leader dari US State Dept tahun 2010, dan Internship Pray Coin Vatural Resources Managemen Cambodia dari SEAPCP tahun 2005. 

Octa