Dimalam Suci Malah Mesum, Bekingnya Sama Siswi SMK Diangkut Satpol PP

Dimalam Suci Malah Mesum, Bekingnya Sama Siswi SMK Diangkut Satpol PP

Bogor - Empat  pasangan mesum di sebuah rumah di Jalan Raya Parung, Gang Swadaya, RW 09 Desa dan Kecamatan Kemang digerebek petugas Koramil, Polsek dan Satpol PP Kecamatan Kemang.

Pasangan mesum ini sangat nekat dan meresahkan warga sekitar karena melakukan aksi prostitusinya di malam ke 12 Bulan Suci Ramadhan, apalagi Kabupaten Bogor khususnya Kecamatan Kemang masuk dalam zona merah penyebaran wabah virus corona (covid 19).

"Senin malam, (04/5) kemarin kami menggerebek praktek prostitusi terselubung di Gg Swadaya, ada 4 pasangan mesum yang kami amankan dimana salah satunya ada seorang siswi kelas II SMK dan seorang lainnya diduga beking atau pemilik tempatnya " kata Serma (TNI) Hepi Bhabinsa Desa Kemang kepada wartawan, Rabu (6/4).

Dia menerangkan saat digerebek, 3 pasangan mesum sudah ada yang tidak memakai pakaian dalam dan 1 pasangan lainnya tidak berada dikamar dengan dugaan menghindari penggerebekan.

"Rumah yang sudah lama kami pantau tersebut saat kami datang lampunya dimatikan, awalnya mereka tidak mau membuka pintu lalu setelah kami paksa masuk mereka tidak bisa berkelit karena mereka bukanlah pasangan suami istri dan bukan juga warga sekitar," terangnya.

Selain 4 pasangan mesum, 12 wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) lainnya juga berhasil dibekuk petugas di Jalan Raya Parung, Kecamatan Kemang. Berhasilnya Operasi nongol babat (Nobat) ini karena petugas menggunakan mobil pribadi.

"Untuk keberhasilan Operasi Nobat kami melakukannya secara senyap dengan jumlah petugas terbatas, lalu kami juga tidak menggunakan mobil aparat dan menggunakan mobil pribadi hingga kami bisa menangkap 16 orang pelanggar ketertiban ini," tutur Hepi.

Ia menjelaskan untuk siswi SMK yang telah diamankan petugas gabungan selain dibina di Kantor Kecamatan Kemang seperti 15 orang lainnya, orang tua siswi tersebut juga dipanggil.

"Siswi kelas II SMK tersebut selain kami bina, juga kami panggil orang tuanya. Kebetulan orang tuanya dan siswi tersebut merupakan warga Kecamatan Parung. Mewakili Muspika dan Muspida Kemang saya meminta bantuan personil dari Pemkab Bogor, Kodim 0621 dan Polres Bogor karena tadi malam saya mendapatkan laporan dari warga bahwa para PSK masih beroperasi," jelasnya.

Dihubungi terpisah, Ketua MUI Kecamatan Kemang KH. Zein Fatah Harun meminta Pemkab dan jajaran Muspida Kabupaten Bogor menindak tegas praktek prostitusi di wilayahnya, baik itu karena Bulan Suci Ramadhan ataupun untuk selama - lamanya.

"Aparat hukum harus bertindak karena kami menginginkan tidak ada lagi praktek prostitusi di Kecamatan Kemang ataupun wilayah lainnya di Kabupaten Bogor, selain itu saya meminta agar pososi jabatan Camat Kemang diisi karena saat ini tongkat komando muspika dan muspida tidak ada yang memegang," tegas KH. Zein.

Terkait adanya siswi SMK ikut diamankan petugas gabungan, ia pun menghimbau agar masyarakat dan Pemkab Bogor membina akidah putra - putri atau generasi muda hingga tidak terjerumus dalam praktek prostitusi.

Frannes Ketua RW 09 mengungkapkan adanya praktek prostusi terselubung telah mengganggu warga sekitar, namun di 'lapangan' juga ada warga yang cuek terhadap perilaku asusila tersebut.

"Walaupun warga ada yang terganggu dan  ada yang cuek, saya bersama paracKetua RT akan mencoba menindak terhadap warga kami yang terlibat praktek mesum tersebut," ungkap Frannes. (*)

Asep Saprudin