Dinilai ilegal, Pleno II PB HMI di Bogor Berujung Ricuh

Dinilai ilegal, Pleno II PB HMI di Bogor Berujung Ricuh

BOGOR--Kegiatan Sidang Pleno II PB HMI di Hambalang, Kabupaten Bogor, Minggu (1/9/2019) petang, berujung ricuh. Pasalnya, puluhan kader HMI dari berbagai cabang mencoba membubarkan paksa kegiatan yang dinilai ilegal tersebut.

Puluhan kader HMI dari Cabang Bogor, Kota Bogor, dan Jakarta mencoba membubarkan paksa saat sambutan dari Arya Kharisma yang dinilai sebagai PJ Ketum PB HMI ilegal. Tampak terjadi aksi dorong dorongan, dan pencopotan beberapa banner di lokasi acara.

Salah satu kader HMI Cabang Kota Bogor, ‎Ferga Azis menilai, Pleno II PB HMI tandingan yang hanya dihadiri beberapa oknum pengurus cabang ini hanya akan menambah masalah bagi organisasi HMI. Padahal, lanjut Ferga, Pleno II PB HMI sudah selesai pada tanggal 2 - 4 Agustus 2019 lalu yang menetapkan Kongres di Palembang.

"Masalah di HMI sudah hampir selesai, tapi mau dibuat masalah baru lagi. Ini jelas kubu Arya ingin memecah belah HMI," tegas Ferga.

Hal yang sama diungkapkan oleh anggota PB HMI, Fahrur Roza. Dirinya menyayangkan adanya oknum HMI yang disinyalir ingin memecah belah organisasi dengan membentuk PB HMI tandingan.

"Pleno II PB HMI sudah selesai. Kongres juga akan dilaksanakan untuk menyelesaikan masalah perpecahan. Kegiatan di Hambalang ini jelas ilegal," tegas kader HMI Cabang Bogor ini.

Roza menambahkan bahwa, R. Saddam al Jihad adalah ketua umum PB HMI hasil mandataris Kongres. Sedangkan Pleno II PB HMI sudah menetapkan Kongres di Palembang untuk menyelesaikan kembali polemik yang ada. Seharusnya lanjut Roza, pihak 'barisan sakit hati' bisa 'logowo' dan mendukung demi kebaikan organisasi, bukan malah memecah belah dengan mengadakan Pleno II PB HMI tandingan.

"Kita juga sama sama mengetahui bahwa Pleno II PB HMI sudah selesai terlaksana dan menghasilkan kongres di Palembang," tutupnya.**