Gerogoti Cita Cita Anak Bangsa, Kejari Bogor Diminta Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Penyelewengan Dana BOS

Gerogoti Cita Cita Anak Bangsa, Kejari Bogor Diminta Tuntaskan Kasus Dugaan Korupsi Penyelewengan Dana BOS

(foto:Rahmat Hidayat)

MIRIS, dugaan korupsi penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Sekolah Dasar (SD) se-Kota Bogor, terkuak ditengah semangat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, perang melawan budaya korup. Dengan adanya persoalan hukum itu menjadi tamparan yang mencoreng moreng dunia pendidikan di kota hujan. Dan menggoroti cita-cita anak bangsa.

Kendati demikian, Saya mengapresiasi kenerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor yang telah menetapkan satu orang tersangka berinisial JRR atas dugaan penyelewengan dana BOS, yang telah merugikan negara sebesar Rp 17.189.919.828 rupiah tersebut. Namun Saya meyakini JRR tak sendirian, Kejari harus menguak adanya kemungkinan keterlibatan yang turut merasakan uang hasil korupsi tersebut. 

Itu penting dilakukan, agar kedepan tidak terulang kembali kasus memalakukan ini. Sehingga program pemerintah yang bertujuan mencerdaskan anak bangsa. Untuk penyediaan biaya operasi non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar berjalan semestinya. Namun jika program tersebut disalah gunakan oleh oknum pelaksana kebijakan seperti yang terjadi di Dinas Pendidikan Kota Bogor hari ini?.

Tentu kami selaku akademisi juga warga masyarakat sangat menyayangkan dan mengutuk perbuatan melawan hukum diatas cita-cita anak bangsa akan terjadinya penyelewengan dana yang dilakukan merugikan negara. Sekali lagi saya memperkirakan, meyakini bahwa bukan hanya JRR yang berperan dalam penyelewengan dana tersebut, melainkan ada beberapa rekannya yang mungkin saja terlibat.

Jadi Kejari wajib mengusut tuntas siapa saja oknum-oknum korup penyelewengan dana BOS yang sedang ditangani Kejari. Karena, terlebih Dinas Pendidikan adalah kepanjangan tangan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, yang seharusnya memberikan contoh baik kepada sekolah dan generasi penerus bangsa yang sedang menimba ilmu. Untuk menjadi manusia-manusia unggulan yang memiliki daya saing global.

Sehingga dapat berkiprah di dunia internasional melalui pendidikan. Seperti harapan kita bersama bahwa, pendidikan sebagai tonggak kemajuan bangsa diharapkan dapat menumbuhkan sumber daya manusia (SDM) yang handal dan kompeten dalam berbagai bidang keilmuan. Tentunya itu bisa terealisasi apabila sistem pendidikan dan para pelaksana pendidikan dapat berbenah diri untuk kemajuan pendidikan Indonesia menjadi lebih baik dan unggul dari negara-negara lain di Asia tenggara bahkan di seluruh dunia.

Ingat, jangan jadikan wilayah pendidikan ini sebagai ladang untuk mencari pundi rupiah dengan cara menggerogoti dan mengkhianati negara serta bangsa yang kita cintai, Indonesia. Untuk itu, Kejari menjadi harapan masyarakat guna mentutaskan kasus penyelewengan dana BOS ini. Selamat bekerja.

Penulis : Rahmat Hidayat, S.Pd selaku perwakilan Majelis Pembina Komisariat (MABINKOM) PMII Universitas Pakuan Bogor