Harlah Ke 4, IUQI Bogor Gelar Diskusi Panel

Harlah Ke 4, IUQI Bogor Gelar Diskusi Panel

Leuwiliang- Memasuki hari lahir ke 4, Institut Umul Quro Al Islami (IUQI) Bogor gelar diskusi panel dengan tema 'Peran Strategis Perguruan Tinggi Dalam Pembangunan SDM, Senin (20/01/2020). Turut hadir sejumlah Mahasiswa IUQI, Unsur Muspika Kecamatan Leuwiliang, dan Kades Cimanggu Satu.

Sebagai pemateri dalam acara tersebut, Dr. Saiful Falah (Rektor IUQI), H. Esa (Kemenpora RI), Ruhiyat Sujana (DPRD Kab. Bogor, Komisi 4), Addin Jauharudin (Komisaris PT. Pos Indonesia) dan Perwakilan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Berdiri 4 tahun yang lalu dan baru beroprasional 3 tahun, Institut Umul Quro Al Islami (IUQI) Bogor terus tunjukan eksistensinya. Kampus yang berada di Desa Leuwimekar Kecamatan leuwiliang ini sudah mempunyai 870 Mahasiswa, 3 Fakultas.

"Kampus yang kita miliki hanya cukup untuk 500 mahasiswa, jelas ini tidak cukup, terpaksa kita siasati dengan membagi 3 jadwal masuk kuliah, ada pagi, siang dan malam,"jelas Saipul dalam sambutannya membuka acara Diakusi Panel.

"Untuk lahan kita sudah ada persiapan 1 hektar untuk gedung baru, kita bangun 4 lantai. IUQI punya pembeda dengan perguruan tinggi yang lain, kita kampus yang juga pesantren, jadi pesantren kita mendirikan kampus, jadi para akademisi harus nurut terhadap ulama,"sambungnya.

Dalam acara ini pula, Lounching Program Sarjana Kader Desa yang bertujuan untuk meningkatkan SDM di Desa-Desa.

"Kita berikan beasiswa bagi kader-kader terbaik perwakilan di Empat Kecamatan terdekat yaitu, Kecamatan Leuwiliang, Leuwisadeng, Cibungbulang dan Pamijahan, masing-masing Kecamatan 20 orang yang mendapatkan beasiswa, kita utamakan Fresh Graduate,"kata Saipul.

Dalam Diskusi Panel, Anggota Legislatif Kabupaten Bogor Ruhiyat Sujana meminta agar para mahasiswa mengisi ruang-ruang strategis kosong yang ada di pemerintahan dan aktiv di organisasi kemahasiswaan.

"Yang terpenting kita harua tau letak posisi dimana, peran legislatif membangun komunikasi yang aktif antar lembaga, hari ini juga Kabupaten Bogor belum sempurna, disinilah bagaimana mahasiswa untuk membedah persoalan-persoalan untuk mencari solusi, sikap kritis harus ditunjukan ketika ada peraturan-peraturan pemerintah mendzolimi masyarakat,"kata Kang RS sapaan akrabnya.

"Setelah cara-cara yang ditempuh mandek maka aksi terakhir harus demo, terpenting menjaga marwah aktivis mahasiswa. Acara seperti ini, momentum tepat dan searah dengan program Bupati Bogor dalam Panca Karsa salah satunya Panca Cerdas dengan dibukanya Program Sarjana Kader Desa, ditambah adanya beasiswa untuk kader-kader Desa,"pungkasnya.

Liputan   : Dian Pribadi