Hotel Transit Jadi "Bumerang" Dewan: Tutup Saja tak Maslahat

Hotel Transit Jadi "Bumerang" Dewan:  Tutup Saja tak Maslahat

Parung, Fajar Bogor.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bogor meminta manajemen Hotel Transit Parunk untuk segera menutup kegiatan usahanya. 

Musababnya adalah izin yang dimiliki hotel dengan fasilitas hiburan malam itu sudah kadaluarsa.

“ Karena sampai saat ini belum ada perpanjangan izin oprasional maka Hotel Transit Parunk harus tutup sampai mengurusi perizinannya yang sudah habis masa berlakunya. Izin HO sudah kadalaursa dan harus segera diperpanjang,” kata Ketua Komis I DPRD Kabupaten Bogor, Kukuh Sri Widodo saat dihubungi melalui sambungan telepon. Minggu (14/10/2018).

 

Masih kata Kukuh, dengan habis masa berlaku izin Hotel Transit, maka Pemerintah Kabupaten Bogor tidak bisa memungut retribusi dan pajak dari kegiatan usaha hotel tersebut.

“Jika ada pungutan, Pemkab sama saja melawan hukum dan dianggap melakukan pungutan liar (Pungli) dan ini salah satu pelanggaran hukum yang tidak bisa di telorir,” ujar politisi Partai Gerindra.

Kukuh mendesak Dinas Tata Bangunan dan Satpol PP Kabupaten Bogor bertindak tegas kepada manajemen Hotel Transit,  jika tidak menyelesaikan mekanisme dan peraturan yang berlaku.”Peraturan daerah harus benar-benar ditegakan. Investor harus taat peraturan,” tegas dia. 

Sebelumnya organ masyarakat Parung, seperti Gempar dan FPI serta MUI menolak secara tegas perpanjangan Hotel Transit Parung yang memiliki fasilitas Tempat Hiburan Malam (THM). Camat Parung Dazwara Sulanjana menegaskan,  tidak akan memberikan persetujuan perpanjangan izin Hotel Transit yang sudah habis.

 

"Saya tidak berani menandatanganinya, karena izinnya itu adalah hotel, namun nyatanya tempat hiburan malam,” tandas Daswara.

 

Akhtar Rendra