Hotel Transit" Parunk" Jadi Sarang Mesum?

Hotel Transit" Parunk" Jadi Sarang Mesum?

Parung, Fajar Bogor.com--Saat ini Parung identik dengan julukan kawasan mesum. Jika sebelumnya para hidung belang bertransaksi dengan wanita jalang di warung remang-remang, maka sejak Hotel Transit Parung berdiri 18 tahun yang lalu, kawasan Parung menjadi sedikit "naik kelas" Dari warung remang-remang merambah ke hotel prostitusi. 

 

 

HotelTransit Parung sudah dijadikan tempat hiburan malam bahkan ada karaoke. Masyarakat sekitar yang sedang istirahat menjadi sangat terganggu dengan kebisingan luar biasa dari Hotel Transit Parung. Apalagi disinyalir hotel tersebut legalitas perizinannya dipertanyakan, tetapi masih saja melakukan aktifitas yang bertentangan dengan kebiasaan warga sekitar yang agamis. 

Ustadz Madhusin warga asli Parung, yang juga Ketua Koordinator Gempar (Gerakan Masyarakat Parung) mengaku risih dengan stigma Parung sebagai kawasan mesum.

 

 

"Sebagai warga Parung, jelas sangat terganggu dengan julukan Parung menjadi kawasan esek-esek dan keberadaan Hotel Transit Parung tentu meresahkan kami. Itulah sebabnya, kami mendesak agar hotel tersebut ditutup," ujaru stadz muda ini Kamis (30/8/2018).

 

Terkaitit hal ini Haerudin ketua Front Pembela Islam (FPI) Kecamatan Parung angkat bicara. Dikatakannya, masyarakat sudah sangat mengetahui bahwa Hotel Transit Parung menjadi tempat ajang pesta mesum dan transaksi prostitusi.

 

"Sudah banyak bukti yang sangat menonjol adalah peristiwa 18 Mei 2010, terdapat pria dan wanita PNS Kota Depok bukan suami istri tewas dalam kondisi berpelukan di hotel itu juga pernah di jadikan tempat pembuatan Film Porno yang terjadi di kamar B41. Bukan hanya itu saja katanya, dari catatan pihaknya tak hanya narkoba yang beredar, minuman keras mudah didapatkan di Hotel Transit Parung sangat nyata di depan mata, tamu Hotel Transit Parung banyak yang pulang dalam keadaan mabuk," tukas Ketua FPI. Akhtar