Inilah Sosok Jelita Srikandi Gerindra, Dibalik Unggulnya Prabowo di Bogor

Inilah Sosok Jelita Srikandi Gerindra, Dibalik Unggulnya Prabowo di Bogor

Foto:Ist/FB

Bogor- Dianugerahi paras jelita serta murah senyum dan komunikatif menjadi bagian dari sosok Srikandi Gerindra Kota Bogor, Ryanti Suryawan, penggawa keunggulan pasangan Capres Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Kota Bogor pada Pemilu 2019.

Mengkomandani Badan Pemenangan Nasional (BPN) di Kota Hujan, julukan Kota Bogor, Ryanti sangup membangun sinergitas dengan tim koalisi Adil Makmur, parpol koalisi pendukung Prabowo Sandi. Alhasil, Prabowo Subianto yang juga Ketum Gerindra, meraup suara terbesar di Kota Bogor.

Kendati demikian, Ryanti juga Wakil Ketua DPC Gerindra Kota Bogor, dengan rendah diri mengungkapkan, jika kesuksesan itu merupakan kerja keras tim maupun relawan di Kota Hujan. Sehingga Bogor masih terjaga menjadi lumbung Prabowo. Sebab, Pemilu 2014 lalu, Prabowo pun unggul di daerah tersebut.

"Terutama kami ucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Bogor yang telah percaya menjatuhkan pilihannnya,"ungkap Ryanti dalam kesempatan wawancara melalui aplikasi whatsapp belum lama ini.

Disinggung soal akan adanya  penolakan hasil pemilu, Ryanti pun menjelaskan bahwa pesta demokrasi rakyat lima tahunan ini menjadi ajang masyarakat untuk menyalurkan hak pilih. Pada prosesnya, sambung dia, BPN mencium aroma dugaan pelanggaran.

"Ini amanah rakyat . Jadi kami BPN itu mempunyai data akurat yg ternyata tidak sama dgn KPU. Data yang kami miliki data fakta yg jelas .Dan kemarin di hotel Sahid sudah kita buka bukaan itu data,"ujarnya.

Dia pun mengklaim, jika merujuk C1 dasar adanya penolakan tersebut. Sehingga Prabowo Subianto yang juga Ketua Umum Gerindra akan melakukan penolakan hasil perolehan suara pemilu.

"Jadi inilah yg dimaksud Prabowo menolak hasil Pilpres,"terangnya.

Kendati demikian, ia menyampaikan jika ketua umumnya itu tidak akan menolak hasil raihan suara pileg.

"Dan saya rasa bukan berarti menolak hasil pilegnya juga. Karena kan yg kita persoalkan adalah hasil pilpres jadi hasil pilpres .Kami merasa hasil pileg tidak ada persoalaan serius knp juga harus kami tolak ?. Intinya sih kami ingin pemilu ini berjalan degan jurdil,"tukasnya.

Asep Saprudin