IPB Dapat Record Dunia RHR

IPB Dapat Record Dunia RHR

Dramaga, fajarbogor.com--Berkat kreativitas dan kekompakan Mahasiswa IPB University, Kampus yang di kenal dengan bidang pertanian itu meraih rekor dunia yang dicatat lembaga Record dunia bernama Record Holder Republic (RHR) yang berkantor di London Inggris.

Record  itu diberikan diberikan atas pembentukan formasi unik dengan jumlah mahasiswa 3600 mahasiswa baru lenticular ficture dengan jumlah formasi 56 gerakan dikali dua sudut kanan dan kiri.

"Alhamdulillah kali ini IPB kembali mahasiswanya menorehkan sejarah baru mendapatkan record dari RHR dengan formasi yang sangat amat baru dengan kurang lebih melibatkan 3600 mahasiswa baru,"kata Rektor IPB University Arif Satria kepada wartawan, Jum'at (9/8/2019).

Sambung Arif untuk tahun ini kita mengunakan Lenticular ficture karena kali ini agak berbeda dengan tahun -tahun Sebelumnya. Ini ada 56 formasi sesuai dengan angkatan IPB pada tahun 2019 ini.

"Karena kita menggunakan leticuler ficture sehingga jumlahnya dua kali lipat lebih banyak karena diambil beberapa sudut. Sekali mereka (mahasiswa) mengangkat /bergerak itu menunjukan dua kali formasi. Itulah kelebihan dari tahun lalu, dan itu merupakan kreativitas dari pada mahasiswa IPB,"bebernya.

Lebih lanjut kata Arif mahasiswa   tanpdalam kegiatan tanpa latihan jadi hanya simulasi satu kali langsung jadi. Karena dalam pemecahan record itu perlu melibatkan banyak skil; skil kerja sama, mengambil keputusan, komunikasi.

"Inilah menunjukan rancangan mahasiswa dan panitia itu luar biasa dan saya bangga kepada mereka,"ujarnya.

Sementara Vice President RHR Indonesia, Halim Sugiarto mengatakan Record ini sebelumnya tidak ada di Indonesia maupun di dunia baru kali ini dilakukan oleh mahasiswa IPB.

"Dan yang kita nilai belum ada formasi gambar yang dilakukan manusia seperti ini. Biasanya yang kita nilai selama ini gambar itu itu pun dalam bentuk seketsa,"kata Halim. 

 

 

Selain keunikan penilai jumlah peserta juga salah satu kriteria penilaian.

"Ini masuk record dunia baru pertama kalinya di Indonesia dan dunia dan dilakukan mahasiswa IPB (Indonesia-red).

Cep Rendra