Isu Corona: Waraga Leuwiliang Usir WNA Srilangka

Isu Corona: Waraga Leuwiliang Usir WNA Srilangka

LEUWILIANG--Bogor Warga Kecamatan Leuwiliang digegerkan dengan adanya enam warga negara asing asal Sri Lanka yang mengontrak di salah satu rumah warga beberapa waktu lalu. Warga sekitar ketakutan mereka diduga akan menyebarkan virus Corona Padahal enam WNA Srilangka itu belum terbukti mengidap virus Corona atau Covid-19.

 

Namun warga sekitar bersikeras menolak keberadaan mereka dikarenakan pemberitaan mewabahnya virus Corona. Merespon hal itu Polsek Leuwiliang melalui Bhabinkamtibmasnya Brigadir Taupik dan seorang Babinsa Peltu Adi Kusdiawan berserta perangkat menyambangi rumah kontrakan WNA di Perum BTN Permai Blok RT 01, RW 01, Desa Leuwiliang sekaligus melakukan mediasi.

 

Kapolsek Leuwiliang Akp Ismet Inono diketahui WNA Srilangka mengontrak di rumah warga setempat sebagai pencari suaka(Asylum seekor) atau Pengungsi dari wilayah yang terkena konflik dibawah naungan PBB.

 

Setelah dilakukan mediasi enam WNA Srilangka itu sepakat untuk meninggalkan rumah kontrakan itu. Mereka langsung diserahkan kepada pihak imigrasi.

 

"Alhamdulilah berkat sinergitas yang telah Anggota kami lakukan bersama Babinsa Indikasi Konflik sosial terhadap penolakan WNA Berhasil direndam,"ujarnya.

 

Sekcam Leuwiliang Iwan Darmawan untuk mengantisipasi hal serupa ia mengimbau kepada para kepal desa untuk melakukan pendataan bagi warga pendatang.

 

"Kepala desa menekankan kepada para Ketua RT dan RW untuk mendata dan melaporkan jika ada warga asing atau yang tak dikenal ketika mengontrak. Gak itu dilakukan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,"pintanya.

 

Sementara Humas Imigrasi Kelas I Bogor, Ryawantri nurfatimah mengatakan, WNA asal Srilangka yang diamankan dari Kecamatan Leuwiliang itu kini tengah dilakukan pemeriksaan.

 

"Masih dalam tahap pemeriksaan di seksi inteldak, untuk memastikan pelanggaran apa saja dan sekaligus melakukan pemeriksakan dokumen administrasinya,"singkatnya mengakhiri.

 

Laporan : Cep Rendra