Ita, Dimasa Pandemi Bangun Bisnis, Kini Brand Mokkarascarf Digandrungi Hijaber

Ita, Dimasa Pandemi  Bangun Bisnis, Kini Brand Mokkarascarf Digandrungi Hijaber

MOKKARASCARF adalah brand hijab premium yang tengah digandrungi oleh kalangan remaja muslimah. Sehingga hijab yang memiliki desain kontemporer dengan unsur ke unikan ditengah ragam tema koleksinya tersebut, memperkuat ke eksklusifan hingga tampilannya pun nampak elegan.

Untuk itulah hijab berlabel Mokkarascarf menjelma jadi produk yang diburu oleh konsumen kalangan muslimah. Selain mengena dengan segmen pasar kekinian, kualitas hijab Mokkarascarf pun menjadi keunggulan ditengah persaingan pasar. Namun siapa sangka dibalik produk kerudung yang sudah memiliki trademark sohor tersebut, terdapat sosok perempuan yang amat piawai dalam pengelolaan pasar ditengah persaingan.

Bahkan negeri tetangga Malaysia pun jadi target marketnya. Adalah sosok perempuan bernama lengkap Ita Purwita Sundari, seorang pengusaha yang baru beranjak dua bulan menggeluti sektor bisnis hijab. Meski masih terbilang hitungan bulan, namun usaha baru yang digelutinya itu mampu menunjukan kelasnya.

Uniknya, Ita, biasa disapa, merintis usahanya itu ditengah masa pandemi Covid 19 yang telah menggerogoti tatanan perekonomian hingga kondisinya berangsur memburuk. Tapi, justru dirinya menangkap peluang strategis ditengah wabah Corona.

"Membangun bisnis di masa pandemi memang ada tantangan tersendiri, seperti sumber daya perusahaan yang harus efisien dan produk yang dihasilkan juga harus berkualitas,"ungkap Ita, saat dihubungi Sabtu (24/10/2020) malam.

Ditengah banyaknya perusahaan gulung tikar akibat terdampak pandemi, justru Ita, memiliki sudut pandang terfokus pada peluang yang dinilainya sangat strategis.Untuk itu, pada Maret 2020, Ita memutuskan untuk resign kerja. Dia pun rela meninggalkan jabatan sebagai Sales Operation Manager di Samsung Electronics Indonesia. Keputusannya itu pun dianggapnya tepat. Hasilnya, meski baru dua bulan berjalan. Namun usahanya itu pun terbilang sukses.

"Saya merasa keputusan berhenti kerja yang paling tepat. Adalah untuk memulai dan mempunyai usaha sendiri. Usaha yang saya impikan dari dulu adalah hijab,"terangnya. Pasalnya, dengan adanya pandemi yang menuntut segala aktivitas beralih menjadi digital virtual, Ita pun dapat membaca potensi peluang baru bagi pelaku di industri fesyen, meliputi fasilitas hijaber yang pasarnya mencakup luas.

"Selain internal perusahaan, menangani faktor eksternal juga harus punya strategi sendiri, karena masa pandemi ini konsumen hijab mungkin akan berfikir membeli sebuah hijab ekslusif seharga 225.000 per buahnya,"terangnya.

Namun hal itu, lanjut dia, bisa teratasi asalkan menawarkan produk yang memiliki kualitas dengan jadi keunggulan dan kemampuan membaca segmen yang sesuai market. Singkatnya, kata dia, Dimulai dengan melalukan survey pasar.

"Lalu bahan baku dan membentuk tim. Maka resmilah Saya mendirikan Mokkara Indonesia Kreatif yang kemudian menjual produk hijab dengan nama Mokkarascarf,"ungkap Ita.

Kini, wanita murah senyum itu bermukim di Buntok Kalimantan Tengah, Ia pun menjalankan usaha Mokkarascarf dengan sistem jarak jauh memanfaatkan jejaring tekhnologi dan bekerjasama dengan perusahaan dibidang jasa. Untuk seluruh operasional mulai dari produksi, stock sampai pengiriman, tambah Dia, dilakukan di Jakarta dan Bandung, namun ide dan desain sepenuhnya dikerjakan oleh Ita.Dia pun fokus melihat pasar hijab yang saat ini sedang menjadi trend di kalangan muslimah muda baik di Indonesia maupun Malaysia.

"Mokkarascarf telah memiliki customer dari berbagai daerah di Indonesia dan Malaysia dengan selera pasar yang sedikit berbeda" tukasnya.

Strategi bisnis Mokkarascarf selain berfokus pada produk hijab ekslusif, elegan dengan desain yang kontemporer, Mokkarascarf juga menghasilkan produk yang bisa menyesuaikan dengan kepribadian masing-masing muslimah.

" Sehingga Mokkarascarf bisa menjadikan muslimah tetap modis selama menggunakannya sehari-hari,"tukasnya.

Editor : Surip Santoso