Jelang Lebaran, Pemulung Mengais Rezeki Dibalik Gunungan Sampah TPA Galuga

Jelang Lebaran, Pemulung Mengais Rezeki Dibalik Gunungan Sampah TPA Galuga

Cibungbulang- Menjalankan ibadah puasa ditengah gunungan sampah yang menebar aroma bau busuk dilokasi TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, tidaklah menyurutkan semangat puluhan pemulung dalam mengais rezeki dilokasi tersebut. Padahal bagi orang yang tidak terbiasa, dipastikan akan muntah saat menghirup udara bau dengan kerumunan lalat yang berwarna hijau.

Hal itu tidak berlaku dengan para pemulung yang sudah terbiasa dengan kondisi seperti itu, mereka pun nampak gesit menyambut armada truk pengangkut sampah yang datag kelokasi TPA Galuga. Para pemulung yang terdiri dari emak-emak maupun bapak-bapak itu pun berlomba memilah sampah yang bisa didaur ulang. 


"Beberapa minggu lagi lebaran, kami harus ekstra mememilah serta  sampah-sampah ini untuk di jual buat keperluan lebaran,"kata Nani, salah seorang pemulung  yang mengaku tengah berpuasa, merupakan warga Desa Galuga, saat ditemui dilokasi TPA Galuga kemarin.

Ibu dari dua putra itu mengaku tiap hari menjadi pemulung dilokasi TPA Galuga. Dirinya pun kerap mengantongi uang Rp 74 ribu dari penjualan limbah hasil pungutannya.

"Kalau lagi sepi palinf 45 ribu rupiah"ujarnya.

Nani tidaklah seorang diri ditemani pemulung lainya, salah satunya ialah Andri bocah putus sekolah yang terpaksa menjadi pemulung untuk membantu perekonomian orang tuanya.

"Demi membantu orang tua,"ujar  Andri yang berusia 15 tahun.

Baik Nani maupun Andri bagian dari potret puluhan pemulung yang mengais rezeki dilokasi TPA Galuga. Kendati demikian, masih terdapat persoalaan yang menuntut perhatian pemerintah daerah diantaranya, soal kondisi kesehatan pemulung serta warga sekitar, konpensasi dan persiapan rehabilitas lingkungan dan lahan jelang dibuka TPA Nambo.

Tak heran jika riak-riak pun kerap muncul dari elemen masyarakat tiap habisnya masa perizinan pembuangan sampah ke TPA Galuga. Mereka menuntut yang dinilainya bagian dari hak adanya TPA. Hingga terkadang mereka nekat melakukan pemblokiran armada truk pengangkut sampah. 


Camat Cibungbulang Yudi Nurzaman saat dihubungi berjanji akan menyelesaikan tiap persoalan. Hal itu perlu dilakukan untuk menghindari terjadinya gesekan ditengah masyarakat. Dengan tujuan menjaga kondusifitas ditengah lingkungan warga.

"Insya Allah akan diberikan keterampilan  pelantihan lain agar mereka tak selama jadi pemulung,"ujarnya. 

Cep Akhtar Rendra