Jelang Pilpres, MUI Kabupaten Bogor Upayakan Tangkal Informasi Menyesatkan

Jelang Pilpres, MUI Kabupaten Bogor  Upayakan Tangkal Informasi Menyesatkan

CIBINONG I fajarbogor.com- Jelang Pilpres tahun depan. Ketua MUI Kabupaten Bogor, KH Mukri Aji, meminta kepada masyarakat agar tidak mudah terpancing  oleh informasi menyesatkan bagian dari kampanye hitam. Yang  sengaja menebar hoax dan isu sara di medsos. Guna menangkal semua itu, MUI beserta belasan organ keislaman akan melakukan upaya turun langsung ke tengah masyarakat.

“Memang kampanye hitam dan penyebaran hoax serta isu sara ini terus menyebar, butuh perhatian. Dalam Islam sendiri jelas tidak diperbolehkan menggunjing, ghibah apalagi memfitnah,” kata Mukri Aji, menyampaikan dalam forum Diskusi Publik, bertajuk Peran Tokoh Agama dan Media Massa dalam Mengawasi dan Menangkal Kampanye Hitam serta Isu Sara,  digelar Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI) bersama IISIP Bogor Raya, di Cafe Up2date Cibinong, kemarin (31/8/2018). 

Dia juga mewanti wanti agar para pemuka agama  tidak terjebak dengan berita-berita yang belum jelas kebenarannya. Sebab, peran mereka sangat sentral di tengah masyarakat. Sehingga pernyataanya pun dapat menjadi pengaruh di tengah masyarakat.

“Terlepas terjebak, terjerumus atau kesadaran sendiri terjun di politik, tokoh agama itu menjadi key person. Maka seharusnya lebih berhati-hati dan memberi informasi yang menyejukkan bukan malah sebaliknya,” jelasnya.

MUI beserta 18 organisasi ke islaman, kata dia, akan hadir di tengah masyarakat guna menangkal praktek kampanye hitam dengan memberikan pencerahan. Upaya itu di lakukan untuk menjaga kondusifitas dalam proses demokrasi.

“Kami terus bergerak sosialisasi, ada MUI Goes to Scholl, MUI Goes to Campus, MUI Goes to Society bersama anggota Pendidikan Kader Ulama (PKU). Mereka kami terjunkan ke bawah untuk menyosialisasikan anti kampanye hitam dan penyebaran berita hoaks,” terangnya.

Sementara, Ketua Umum Sekber Wartawan Bogor, Danang Donoroso menilai, penyebaran isu SARA, berita hoaks maupun kampanye hitam tidak terjadi kali ini saja. Setiap momen pesta demokrasi selalu muncul penyebaran konten menyesatkan. Yang jelas, dirinya menekankan pentingnya media massa dalam menangkal hal tersebut.

“Isu seperti memang ramai jelang tahun politik, di Kabupaten Bogor sendiri kita berharap dengan budayanya yang terkenal saling menghormati tidak terjadi kegaduhan. Dalam hal ini, media massa harus mengambil perannya untuk memberikan berita yang objektif bukan memperkeruh keadaan,” ujar Danang.

Senada juga di katakan Kepala Seksi Binpolhal pada Kesbangpol Kabupaten Bogor,  Sujana Azhari, mengatakan bahwa  kampanye hitam dan penyebaran isu sara perlu di waspadi jelang Pemilu. Selain media massa, seluruh elemen masyarakat termasuk oraganisasi kepemudaan hingga ormas harus memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi yang benar. 

 “Media harus terus memberi pemahaman kepada masyarakat untuk mengcounter berita bohong, dan organisasi masyarakat hingga pemuda juga harus punya peran dalam memberikan informasi yg tepat kepada masyarakat,” pungkas Sujana.

Reporter: Akhtar Rendra