Jelang Ramadhan, Muspika Leuwiliang Gelar Nobat, 7 PSK Dan Pemabuk Terjaring

Jelang Ramadhan, Muspika Leuwiliang Gelar Nobat, 7 PSK Dan Pemabuk Terjaring

 

LEUWILIANG I fajarbogor.com- Jelang Ramdhan,  Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor,  menggelar Operasi Nongol Babat (Nobat) di wilayahnya.

Alhasil, sebanyak 28 orang personil gabungan diterjunkan antara lain anggota Polsek, Koramil dan anggota Pol PP Kecamatan Leuwiliang.

Razia tersebut merupakan kegiatan rutin dilakukan berdasarkan laporan masyarakat dengan adanya keluhan berkaitan adanya penyakit masyarakat, kerap meresahkan warga.

Kegiatan operasi Nongol babat (Nobat) dengan berhasil mengamankan 7 orang sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) dan 4 orang anak Punk serta 4 orang pemabuk berikut didapat Minuman Keras (Miras) jenis merk anggur merah sebanyak 22 botol.

"Razia nobat dilaksanakan mulai, Selasa Pukul 8 malam hingga pukul 2 dini hari, sasarannya ialah terminal leuwiliang dan pasar leuwiliang berikut jalur jalan protokol di Kecamatan Leuwiliang," ujar Camat Leuwiliang, Chairuka Judhyanto, saat di temui fajarbogor.com di ruang kerjanya, Rabu 16 Mei 2018.

 Petugas bergerak menuju sasaran yang biasa berkumpulnya para PSK yakni, diterminal Leuwiliang dan di sekitar wilayah Pasar," Untuk dilakukan rehabilitasi Sejumlah PSK maupun anak Punk yang terjaring razia terlebih, kami kirim ke panti sosial Kabupaten Bogor,"tambah Chairuka.

Operasi nobat ini untuk meminimalisir penyakit masyarakat di kecamatan leuwiliang.

" Razia dilaksanakan sebaik baiknya hal ini menjaga ke khusuan bagi umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa," tandas Chairuka. Selain itu, kata Chairuka, dalam operasi tersebut turut diperiksa Hanpone atau gadget yang mayoritas berisi foto foto porno serta video yang beradegan film porno," Dengan didampingi petugas mereka diharuskan menghapus sendiri foto maupun video porno yang ada di dalam Hanpone tersebut," imbuhnya.

Selain itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Leuwiliang, Surdin Simamunsong, saat di hubungi menambahkan, oprasi  yang digelar, tentunya untuk memberikan rasa aman pada masyarakat terutama bagi umat muslim yang akan menjalankan ibadah puasa," tukasnya.

Selanjutnya, Surdin menambahkan, di samping razia dilakukan dengan menyisir tempat berkumpulnya yang bisa menimbulkan penyakit masyarakat,

" Hal ini untuk menjaga ketertiban serta keamanan sehingga di bulan Ramadhan ini tidak adanya penyakit masyarakat yang bisa menimbulkan keresahan warga," tutup Surdin.

Reporter: Arip E.