Kabupaten Bogor "Dirundung" Sekolah Negeri & Madrasah Rusak

Kabupaten Bogor "Dirundung" Sekolah Negeri & Madrasah Rusak

GUNUNG SINDUR--Nampaknya di Kabupaten Bogor ini sekolah rusak bukan hal yang aneh dan mencengangkan. Kerusakan yang terjadi pada infrastruktur bangunan sekolah selalu sering ditemui diberbagai daerah baik itu bangunan Sekolah Negeri apalagi Madrasah yang saat ini sedang ramai diperbincangkan.

 

Seperti untuk sekolah negeri bangunan ruang kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN 01 Jampang Kecamatan Gunungsindur mendapatkan perhatian serius dari sejumlah pihak.

 

Diketahui 3 ruang kelas di sekolah tersebut dalam kondisi rusak dan sangat mengkhawatirkan.

 

"Jadi konstruksi dinding bangunan memang sudah rusak. Diduga ada perubahan pondasi akibat pergeseran tanah. Memang perlu segera ada perbaikan," ungkap Camat Gunungsindur Yodie MS Ermaya saat dikonfirmasi, Rabu (26/02).

Pemcam Gunung Sindur kata Yudi usulan perbaikan atau rehab total gedung sekolah tersebut memang sudah diusulkan dalam Musrenbang Kecamatan Gunungsindur. Bahkan menurutnya, usulan tersebut sudah masuk SIMRAL dan usulan skala prioritas kegiatan pada tahun anggaran 2021.

 

"Namun jika memungkinkan dan bisa mendapatkan persetujuan, kami berharap ada perbaikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Agar kenyamanan proses belajar mengajar bisa lebih aman dan nyaman."ujarnya.

 

Menanggapi hal itu anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor Ruhiyat Sujana berharap, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor segera memberikan perhatian dan penanganan terhadap kondisi kerusakan di SDN 01 Jampang tersebut.

 

"Kami akan berusaha untuk meninjau langsung kondisinya. Namun, kami harap Disdik segera memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini," pintanya. Politisi Partai Demokrat ini mengungkapkan, keterlambatan penanganan terhadap kondisi sekolah - sekolah negeri ini, merupakan catatan penting untuk evaluasi kinerja Disdik ke depan. Dia mengatakan, seringkali "rewel" ke pihak Disdik terkait penyempurnaan data base sekolah yang harus menjadi skala prioritas pembangunan.

 

"Disdik pun mengakui hal itu. Harusnya database sekolah rusak itu lengkap dan detail. Sehingga sekolah - sekolah yang sangat perlu diperbaiki dan dibangun tidak sampai tertinggal," ungkapnya.

 

RS sapaannya, menegaskan, kinerja Disdik terkait pemeliharaan dan perbaikan sarana pendidikan perlu terus ditingkatkan guna menjamin proses pendidikan generasi bangsa tidak terganggu. Dia juga mengkritisi, kelemahan database yang lemah sehingga skala prioritas pembangunan dan perbaikan sekolah belum merata. Menurutnya, kasus SDN Jampang 01 ini bisa jadi contoh.

 

"Banyak proyek rehab di sekolah lain yang kondisinya masih lumayan bagus, tapi justeru sekolah ini (SDN 01 Jampang) seperti terlewatkan. Kami berterimakasih rekan - rekan media bisa memantau hal ini." Pungkasnya.

 

Laporan: Cep Rendra