Ketua Dewan Respon Aspirasi Warga Watesjaya

Ketua Dewan Respon Aspirasi Warga Watesjaya

Cigombong- Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Sismanto, merespon perwakilan warga Kampung Ciletuh Hilir, Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (30/01/20120). Kedatangan warga yang didampingi kuasa hukum, untuk menyampaikan aspirasi soal uang ganti garapan yang belum diterimanya dari anak Perusahan MNC Land.

"Pada dasarnya warga Kampung Ciletuh Hilir tidak menolak investasi perusahaab MNC Land, tetapi mereka harus mengakomodir kepentingan masyarakat hingga kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan,"kata Rudy Susmanto saat menerima perwakilan warga diruang kerjanya.

Dijelaskannya, perwakilan warga yang datang didampingi kuasa hukum dari Kantor Sembilan Bintang tersebut, kata dia, curhat seputar klaim lahan warga yang belum menemukan titik terang dengan perusahaan tersebut.

"Untuk mengetahui persoalaan ini kami akan meninjau lokasi dan membentuk Pansus Ciletuh Ilir,"ujar politisi Gerindra ini.

Sementara, kuasa hukum warga Ciletuh Ilir, Anggi Triana Ismail menambahkan, kedatangan warga untuk menyampaikan aspirasinya soal uang ganti rugi penggaranapan dari perusahaan.

"Riibuan hektar lahan MNC yang digarap petani, sejak perusahaan mengakusisi lahan tersebut para penggarap belum menerima uang ganti rugi,"tambah Anggi Triana Ismail Direktur kantor Sembilan Bintang.

Anggi juga menjelaskan,warga Kampung Ciletuh Hilir juga dirugikan oleh pihak MNC Land yang ingin menggusur lahan makam dengan cara memindahkan jasadnya.

"Karena warga Kampung Ciletuh Hilir tidak menerima penggusuran lahan makam keluarganya, maka tahun 2019 lalu terjadi kisruh hingga harus didamaikan oleh aparat hukum, saat ini warga masih trauma atas  kejadian kisruh tersebut," tambahnya.

Direktur Sembilan Bintang Law and Partner ini menuturkan bahwa dirinya akan melaporkan MNC Land ke Mabes Polri terkait dugaan pemalsuan ijin lingkungan yang terjadi pada tahun 2014 lalu.

 "Tahun 2014 lalu warga menghadiri buka bersama dan saat itu menandatangani absen, lalu beberapa waktu kemudian ternyata tanda tangan warga diklaim telah memberikan izin lingkungan atas usaha MNC Land. Setelah mereka tidak menanggapi langkah somasi, maka kami akan mengadukan kasus dugaan pemalsuan ini kepada Mabes Polri," pungkasnya Anggi.(*)

Asep Rendra