Kicau Memperebutkan piala Bupati IV di, Plaza Jababeka

Kicau Memperebutkan piala Bupati IV di, Plaza Jababeka

BEKASI--Sebanyak 1400 burung berkicau dari berbagai jenis ikut serta dalam lomba burung berkicau, yang berlokasi di Gantangan PBC, eks Mall Plaza Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi Minggu (15/9/2019).

 

Jenis-jenis burung yang mengikut lomba Mulai dari, Lovebird, Murai Batu, Kacer, Branjangan, Kenari hingga burung Kolibri 'bernyanyi' yang saling bersahutan.

Acara tahunan bagi para pencinta Burung berkicau kali ini merupakan tahun ke empat yang mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah setempat. Para peserta terdiri dari perorangan hingga komunitas pecinta burung yang berasal bukan hanya dari Bekasi namun dari berbagai daerah di Pulau jawa.

Donnie Lawing selaku penyelenggara, sekaligus ketua komunitas Kicau Patriot mengatakan sejumlah 35 kelas diperlombakan pada kesempatan kali ini,

"Hari ini di event Piala Bupati bekasi yang keempat, pesertanya yang sudah terdata sudah mencapai 1400 peserta, dan diperkirakan bisa mencapai 2000 peserta maksimal"kata Donie.

Pria yang kerap disapa onnie ini menjelaskan tujuan dari diberlangsungkannya kompetisi merupakan ajang silturahmi bagi para kicau mania yang berada di Kabupaten Bekasi. Lomba dinominasi burung murai, dan love bird.

Suara unik kedua burung itu menjadi tontonan para pengunjung. Selain harga burung yang terbilang mahal, warna yang dimilikinya pun sangat mengundang daya beli. Salah satunya burung kicau milik Anjas.

Pria asal Karawang ini mengatakan hewan kebanggaannya kerap mengikuti kompetisi di berbagai daerah dan sering memenangkan kontes yang diikutinya. berharap burung andalannya bisa memenangkan kompetisi.

"Nama burungnya Lampir, jenisnya burungnya Cucak Ijo, ini sering ikut kompetisi dimana mana". ujarnya

"biasanya setelah menang kompetisi suka ditawar orang, dan setiap kali menang harganya naik, tapi ngga saya jual"tambahnya.

 

 

Rusyanto  atauyang lebih dikenal Abah Bagong, yang dianggap sesepuh dalam penjurian burung berkicau mengatakan Dalam prosedur dalam menilai kualitas kicauan burung berkicau.

"Ada pakem dalam menilai kualitas suara, atas dasar itulah juri mulai menilai talenta kontestan, baik dari irama suaranya, panjang durasi, gaya, serta seni suara dari burung" katanya.

 

"Tapi jangan salah, diadakannya kontes kontes seperti ini selain bertujuan sebagai ajang silaturahmi pencinta burung berkicau, kegiatan ini juga sebagai bentuk pelestarian burung asli Indonesia, sekaligus dapat membuka lapangan pekerjaan masyarakat" jelas Abah Bagong.

Cep Rendra