Kisah Tak Sempurna

Kisah Tak Sempurna

Edisi Milenium

Part - 2

Sore itu di bulan Juli langit begitu cerah dihiasi awan biru membentang di angkasa tak seperti biasanya, terlihat dua gumpalan awan putih tipis memanjang sejajar seperti sepasang dua sejoli yang baru berjumpa setelah sekian lama berpisah. 

Begitu indahnya Tuhan dengan ciptaannya yang membentang begitu megah dan indah di angkasa raya ini.

Di sebuah gedung menyerupai gudang yang terlihat seperti sebuah tempat industri ringan dan di dalamny hi a ada beberapa orang sedang duduk-duduk bersantai sambil menikmati hangatnya kopi dan sebatang roko.

“Bro kemaren gue ngobrol sama si Karol di pesan singkat, masih inget engga loe sama dia temen sekolah kita waktu SMP.” kata Andre membuka percakapan di sela-sela istirahat sambil menikmati secangkir kopi dan sebatang roko.

Lantas kawanya yang bernama yang bernama Ryan tersentak kaget mendengar ucapan Andre sambil memandang ke arah Andre kawan sekolahnya waktu di sekolah menengah pertama sambil membalas ucapan kawanya itu, Ryan pun bertanya balik kepada Andre ”,Karol yang rumahnya di dekat pasar itu Dre?” Sambil mengarahkan pandangannya kepada Andre.

“La iyah? Karol mana lagi atuh.” Balas Andre tegas.

“Dimana dia sekarang, masih suka ngumpul-ngumpul sama kawan-kawan waktu sekolah dulu engga Dre”, tanya Ryan kepada Andre dengan pandangan dan rasa ingin tau tentang keberadaan kawan yang bernama Karol.

Lalu Ryan beranjak dari kursinya dan menghampiri Andre,” Mana dia! pengen liat gue tampang Karol sekarang, ada nomernya engga loe Dre?”tanya Ryan kepada Andre sambil memperhatikan Pensel milik Andre.

Dan Andre pun memperlihatkan kepada Ryan display Picture yang ada di nomernya Karol,”Nih si Karol kalo loe mau liat”, Andre memberikan ponselnya kepada Ryan sambil memperlihatkan Display Picturenya di ponselnya kepada Ryan.

“Makin cantik aja Karol bro ? Lama banget aku engga ketemu dia, coba loe Video call ke dia bro gue pengen tau aslinya dia sekarang kaya gimana hehehe...,”ucap Ryan sambil tertawa meminta kepada Andre untuk menelepon Karol dengan rasa penasaran.

Lalu Andre mencoba menghubungi nomernya Karol yang ada di ponselnya,”tot..tot...tot.” Terdengar suara ponsel Andre dengan nada sambungnya sedang mencoba menghubungi Karol.

Dan beberapa detik kemudian”Hallo...Hai...Ryan.....!” Terdengar suara dan wajah Karol di layar ponsel  Andre lewat telepon video streamingnya, dengan wajah kaget sekaligus berseri-seri karena melihat penampakan Ryan yang sekian lama tidak pernah bertemu.

“Halo juga Karol kamu makin cantik aja, sini aku cium seperti waktu SMA hahaha....” Balas Ryan dibaremgi candaan menimpali salam dari Karol di ponsel Andre, sementara Andre hanya bengong mendengarkan percakapan mereka berdua di ponsel sambil mengernyitkan dahinya heran endengar ucapan Ryan kepada Karol.

“Hahaha...”tawa Karol di sela-sela obrolan di ponsel Andre,”Rya gimana khabar kamu?tapi jemputanku sudah nunggu, aku mau pulang  baru beres kerjaan di kantorku?nanti kita terusin lagi ngobrolnya yah ok?”balas Karol di ruang kantornya.”Ok Karol dan hati-hati di jalan yah nanti aku telepon kamu ok” tot...tot...tot suara Ponsel Andre milik Andre pun terputus koneksi dengan ponsel Karol.

Andre terlihat tertawa melihat tingkah laku kawannya yang bernama Ryan di sela-sela setelah melepon Karol dan bertanya-tanya dalam hati?ada hubungan apa di antara mereka berdua dimasa lalu karena ucapan Ryan yang membuatnya bingung ada kalimat “aku cium seperti waktu di SMA” dan Ryan pun membuyarkan lamunannya,”Karol berubah ya Dre? Tambah cantik sekarang namun ciri khas ramahnya engga berubah masih seperti yang dulu hehehe...” kata Ryan sehabis Video streaming dengan Karol kawan lamanya di usia remaja.

Andre pun tersenyum menimpali ucapan Ryan,”Yoiiii.....do’i(dia) kan emang orang sa’ik(asik) bro sama temen engga pernah ngelupain gitu aja”. Balas Andre dengan bahasa campur sari bahasa prokem jaman mereka sekolah dulu.

Dan Ryan tersenyum sambil mendekat kapada kawanya Andre,”Bro kirimin nomernya Karol dong? Aku ingin nelpon dia dan kalo sempet mau main ke rumahnya ah...”sambil tersenyum Ryan meraih ponsel miliknya dan membuka menu untuk menyimpan nomer baru.

“Tuh udeh gue kirim nomernya Karol ke ponsel loe Yan”.ucap Andre sambil tersenyum menunjukkan bahwa nomer Karol telah terkirim ke ponselnya milik Ryan.

“0k bro thank You...”Dengan raut wajah berseri menyimpan nomer ponsel Karol ke ponselnya,”Besok gue telepon dia ah Dre, kangen gue lama banget engga bertemu dia pengen ngobrol juga sama die dan kalo bisa aku mau maen ke rumahnya, loe mau ikut engga Dre?”,tanya Ryan kepada Andre sambil tersenyum di depan Andre. Belum sempat Andre menjawab pertanyaan Yang di lontarkan Andre Ryan pun kembali bertanya kapada Andre,”Karol rumahnya masih di tempat yang dulu kan Dre!” Tanya Ryan kapada Andre.

“Iyahlah dia masih tinggal di rumahnya yang dulu, rumah  orang tuanya kan dia belum nikah sampe sekarang?”jawab Andre santai dengan wajah khasnya yang senang bercanda.

“Yang bener Dre dia belum nikah!” Terdengar suara Ryan sedikit mengeras mengejutkan Andre.

Lalu Ryan balik memberondong pertanyaan kepada Andre sekaligus memastikan perkataan Andre,” Loe serius si Karol belum punya suami Dre?”

Sambil tertawa Andre membalas pertanyaan kawanya yang terlihat seperti orang kebingungan,”Bener...? Masa gue bohong kan gue suka komunikasi di grup SMP sama dia?” 

“Kalo engga percaya coba aja loe tanya sama temen cewe kita yang lain?” Balas Andre lagi sambil bersiap-siap seperti akan meninggalkan tempat tersebut. 

“Udah ah gue mau pulang udah sore nih gue Ade urusan laen buru-buru nih? Ok gue pulang duluan ya?” Sambil melangkah Andre pun mengucapkan salam kepada rekanya yang lain yang ada di tempat itu.

Sementara Ryan masih terpaku dengan keterangan Andre tadi tentang Karol. Dia masih membayangkan Karol saat di percakapan telepon tadi dan pikirannya terbawa ke masa saat dia meninggalkan Karol di bulan Agustus 1992 dimana saat itu telah terjadi sesuatu Antara dirinya dan Karol. Dan dia meninggalkan Karol begitu saja.

Yah....kejadian yang tak pernah dia lupakan 17 Agustus 1992 serta penuh kenangan dan saat ini dia masih berpikir kenapa Karol belum menikah dan menemukan pendamping hidupnya, apakah Karena perbuatan yang dia lakukan terhadap Karol atau kah dia sakit hati karena perbuatnya sehingga dia belum menikah sampai saat ini.

Ryan masih kebingungan dengan persangkaan-persangkaan-persangkaan pikirannya sendiri hingga tak terasa waktu sudah menujukan pukul 18.00 karena Azan Magrib telah mulai berkumandang bersaut-sautan.

Dan Ryan pun terlihat merapihkan dirinya dan beranjak pergi meninggalkan pabrik tempat dirinya bekerja dengan pikiran yang masih diliputi kebingungan.