Kisah Tak Sempurna

Kisah Tak Sempurna

 

Part-3 (Edisi Pertemuan)

Waktu menunjukan pukul 14.30, Ryan sedang bersiap-siap untuk pergi sore itu untuk mengujungi rumah orang tuanya di batas kota. Hanya beberapa kilometer tak jauh dari tempat tinggalnya. Dengan memakai  setelan kemeja Planel kontak-kontak biru bergaris merah dan kuning muda.

Dengan balutan jaket berbahan sweeter berwarna merah dikenakannya agar sedikit terlihat seperti layaknya Anak jaman sekarang yang sedang ngetrends di kalangan anak-anak biker. Sekali lagi dia berkaca dengan penuh percaya diri. Dengan senyumnya yang khas, Ok sudah terlihat keren gumannya dalam hati sambil tertawa sendiri dihadapan cermin.

Begitu dia keluar dari pintu rumahnya seorang wanita tua yang biasa dia panggil oma menegurnya sambil tersenyum,”mau kemana de Ryan tumben rapih sekali?” 

“Eh oma? Mau menjenguk orang tua oma? Kebetulan  hari ini saya libur kerja OMa?” Suara Ryan menimpali pertanyaan tetangga

 Pertemuan tampa rencana.....

Sore itu Karol sedang asyik mengerjakan pekerjaan rumah, tiba-tiba mobile phone nya berbunyi , “Halo Karol, kamu lagi ngapain?”,Tanya penelepon diseberang sana. “Eh halo Ryan, biasa nih lagi ngerjain kerjaan rumah “ jawabnya dengan ceria. “Aku lagi di rumah orang tuaku nih, nanti pulangnya boleh mampir ke rumah kamu kah?”,  Iya boleh dong, jawab Karol.

 “Ok deh nanti abis magrib aku sampe rumah kamu ya”, Ok, jawab Karol. Sehabis magrib akhirnya Ryan tiba di rumah Karol. Ketika Karol melihat Ryan setelah 28 tahun berpisah, terbersit di hati nya “Kok Ryan berbeda ya, terlihat lebih tua sekarang dan lebih dewasa“.

Disaat Karol dan Ryan sedang mengobrol, tiba - tiba kakak Dan adik Karol ikut nimbrung di sela obrolan mereka.

Dan Karol pun mengenalkan Ryan kepada saudara-saudaranya,“Ryan kenalin ini kakak aku, Kak Erani?kakak aku duku juga alumni SMP Yang sama dengan kita dan ini adikku, Minati?dia adek kelas kamu di SMA”. 

Ryan mengobrol dengan yang biasa di panggil Kak Erani  Kaka tertua dari Karol.  Dan Minati adiknya yang nomer empat karena Karol memang lima bersaudara dan bercerita tentang teman-teman Yang sesuai dengan angkatan mereka.

Karena memang Ryan, banyak kenal orang- orang baik kakak kelas atau adik kelasnya karena memang Ryan anak yang pandai bergaul.

Obrolanpun membawa Ryan dan Karol ke masa-masa sekolah mereka saat di sekolah menengah pertama.

Mereka bercerita dengan serunya saat masa-masa  sekolah dulu.

Banyak yang mereka bicarakan setelah 28 tahun berpisah, mereka bercerita tentang masa- masa sekolah di SMP dan SMA. 

Karol bercerita tentang sahabat nya Yang dulu pernah berpacaran dengan Ryan, Yang mana sahabat nya itu sudah berkeluarga Dan masih tinggal di sekitar kota mereka tinggal. 

Di sela-sela obrolan mereka tak terasa dengan penuh canda tawa dan kenangan  saat - saat sekolah dulu.

Waktu telah menujukan pukul 21.30 seraya itu juga Ryan pun beranjak untuk pamit pulang ,Setelah mereka ngobrol ngalor - ngidul dengan serunya.

Akhirnya Ryan pamit untuk pulang.

Karol mengantar sampai depan pintu gerbang rumahnya.

“Besok kita tetep ngopi bareng kan Ryan?tanya Karol.

“Iya Karol, nanti kalo kamu pulang kerja kabarin ya”.balas Ryan sambil menghapiri motornya.

Ryan lalu menaiki motornya sambil senyum-senyum menggoda Karol.

“Aku pulang ya, kamu gak mau aku cium kayak dulu Karol?” Balas Ryan lagi iseng  kepada Karol dengan nada menggoda.

“Apa sih”sahut Karol sambil tertawa malu.

Akhirnya Ryan pulang Dan Karol masuk rumah sambil senyum simpul teringat masa lalu mereka di tahun 1992.

Bersambung.....