Klaim Tak Sosialisasi, Melalui Kuasanya Warga Ciletuh Kembali Menyomasi

Klaim Tak Sosialisasi, Melalui Kuasanya Warga Ciletuh Kembali Menyomasi

Cigombong– Warga Cileutuh Desa Watesjaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor tak menyerah. Melalui kuasa hukumnya kembali menyomasi anak perusahaan MNC Grup. Somasi tersebut berkaitan dengan pemasangan pagar beton diperbatasan kampung itu bulan lalu.

Seperti disampaikan Kuasa Hukum Warga R Anggi Triana dari Kantor Sembilan Bintang menyampaikan pemagaran beton tersebut, dinilai mengganggu akses jalan warga. Sebelumnya tidak ada sosialisasi dan perizininan yang dilakukan MNC kepada warga.

"Alhasil, melalui surat bernomor 0125/Srt.Som./SBLF/1/2020, kuasa hukum warga melayangkan peringatan keras yang ditujukan kepada Direktur Utama PT MNC Land Tbk, pada 16 Januari 2020 lalu," jelas R Anggi Triana yang disampaikan melalui siaran pers, Selasa (28/01/2020).

Menurutnya, perbuatan MNC Land itu melanggar aturan. Dijelaskanya, hal itu merujuk kepada Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 22 tahun 2016 tentang penetapan izin gangguan daerah, yang sudah di Undang-Undangkan pada 30 Maret 2017.

" Langkah hukum serius dengan memberikan somasi ditempuh atas dugaan perbuatan melawan hukum yang dilakukan MNC Land,"jelas lawyer muda jebolan Unpak Bogor ini.

Dia menjelaskan, dampak pembangunan pagar beton yang diduga tak memiliki izin tersebut sangat sistematik, diantaranya akses jalan bagi warga bakal terganggu lantaran tertutup pagar.

"Mulai ibu-ibu yang pergi ke pasar, mereka yang bekerja, anak-anak untuk sekolah dan bermain sampai akses menuju pemakaman menjadi targetannya. Semua aktivitas warga akan terdampak akibat adanya pemagaran beton ini," ucapnya.

Somasi kedua yang ditembuskan kepada Muspida serta pejabat terkait Pemkab Bogor, lanjut dia, mendapat respon dari Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto yang mengagendakan pemanggilan kepada warga dan kuasa hukum untuk memberikan penjelasan mengenai somasi tersebut.

“Somasi kedua kita diterima, langsung ada respon dari DPRD. Minggu-minggu ini kami akan dipanggil oleh ketua (DPRD). Kami sambut baik respon dari wakil rakyat ini. Semoga ada kejelasan untuk warga Ciletuh Hilir," tuturnya.

Ditempat lain, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto membenarkan dirinya merespon somasi kedua untuk mengetahui kronologis dari kasus tersebut.

“Minggu-minggu ini akan kami agendakan pemanggilan. Tidak semua, untuk sementara kami ingin manggil kuasa hukum pengirim somasi dulu, bareng warga mungkin, biar saya tahu kronologisnya dulu. Setelah itu, baru ditindak lanjut,” jelas Rudy.

Dikonfirmasi kaitan hal ini, Pimpinan Tim Perencanaan Theme Park MNC Land, Antoni Haposan Simanjuntak enggan memberikan keterangan terkait somasi yang dilayangkan warga melalui kuasa hukum.

“No comment, Mas,” singkatnya.

Sebelumnya, pemagaran beton yang dilakukan MNC Land disebut mengganggu akses warga. Ditambah tidak adanya izin yang dilakukan oleh pihak perusahaan.

"Kami tidak pernah sama sekali dimintai atau dimohonkan izin oleh perusahaan, namun perusahaan tiba-tiba membangun pagar beton tersebut dari ujung ke ujung," kata Ketua RW 6 Desa Watesjaya, Djaja Mulyana. (*)

Asep Saprudin