Korban Kecelakaan Tunggal di Jalur Ciloto , Diketahui Adalah Guru SDN Katulampa 5 Kota Bogor, Begini Cerita Rekan Kerjanya ?

Korban Kecelakaan Tunggal di Jalur Ciloto , Diketahui  Adalah Guru SDN Katulampa 5 Kota Bogor, Begini Cerita Rekan Kerjanya ?

CIANJUR - Setelah menjalani operasi, kondisi Windie Febriani informasinya  masih lemas terbaring diruangan kelas I RSUD Sayang Cianjur, Kamis (31/10/2019). Windie adalah salah satu guru pns di SDN Katulampa 5 Kota Bogor, yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalur Ciloto, Puncak belum lama ini.

Menurut cerita Ibu Nia sesama Guru kerabat dekat korban yang datang bersama semua staff dan pimpinan Sdn Katulampa 5 ke RSUD Sayang Cianjur Selasa lalu, peristiwa naas yang menimpa Windie bermula saat dibonceng oleh Yana Mulyana, suami korban, ketika hendak mudik menengok anaknya di Cianjur.

"Keterangan dari suami korban ada salah satu kendaraan roda empat yang satu jalaur posisinya di depan. Lalu mibil itu mendadak melakukan pengereman. Otomatis motor Pak yana pun ikut ngerem. Karena jalan licin, ban motor tergelincir,"Cerita Ibu Nia, Jum'at (1/11/2019).

Dilanjutkannya, Pak Yana tidak dapat mengendalikan kuda besinya, sehingga terjadilah kecelakaan menimpa pasangan suami istri itu. Sang suami jatuh tepental ke kanan dan istrinya ke bahu kiri.

"Sejurus kemudian ada sebuah motor Yamaha Nmaxx menyerempet istri korban hingga mengalami luka serius. Namun mereka tidak jelas melihat nomor polisinya, karena faktor penerangan,"lanjutnya.

Bukannya memberi pertolongan, sambung dia, pelaku pengendara roda dua yang menyerempet istri korban saudara Yana motor  tersebut malah tancap gas. Padahal akibat kecelakaan itu, korban terpental hingga mengakibatkan luka serius.

"Saya juga mengalami luka-luka. Tapi lebih parah isteri saya, rahangnya bermasalah hingga harus dioperasi. Kayaknya pelaku yang yang nyerempet dari arah kiri ketakutan dan melarikan diri,"lanjutnya.

 Menurut Yana Mulyana, suami korban yang merupakan pegawai di Dinas kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cianjur, sebelum dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur korban mendapatkan pertolongan pertama di RSUD Cimacan.

Selain luka di pipi kanan yg mendapatkan 12 jahitan, luka pada rahangnya cukup serius, sehingga  korban pun harus menjalani operasi. Diperkirakan biaya operasi medis di RSUD Cianjur itu memerlukan biaya sekitar Rp 40 juta.

"Keluarga Berharap, istri saya kembali sembuh seperti sedia kala sehingga bisa berkumpul kembali dengan keluarga di rumah serta  dapat kembali menjalankan tugasnya sebagai guru di sekolah tempat ia ditugaskan,"harapnya.

Surif S