Lima Tahun Proyek Jalur Puncak II Mangkrak, Butuh Anggaran Rp 1,2 Triliun

Lima Tahun Proyek Jalur Puncak II Mangkrak, Butuh Anggaran Rp 1,2 Triliun

(foto:Istimewa)

Cibinong- Awalnya proyek jalur puncak II setidaknya sudah dipersiapkan sejak 2011 dan ditargetkan dapat rampung di 2013 lalu. Namun melenceng dari target, akhirnya di 2014 hingga sekarang, kurun waktu lima tahun proyek tersebut mangkrak lantaran APBD Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak menyanggupi.

Seperti dikatakan Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah mengatakan bahwa, dibutuhkan anggaran sekitar 1,2 triliun untuk proyek pembangunan jalur puncak II.

“Kita (Pemkab Bogor) nggak sanggup dengan APBD. Pemkab Bogor sudah menyiapkan lahannya. Hanya tinggal pekerjaan fisiknya. Makanya kami dorong terus untuk ini dibangun kembali,” kata Syarifah kepada wartawan, Selasa (29/10/19).

Menurutnya, jika jalan sepanjang 56 kilometer ini terbangun, sekitar 50 persen kendaraan yang melintasi Jalan Raya Puncak akan berpindah ke Puncak II. Terutama pengendara dengan tujuan Cianjur maupun Bandung.

“Dengan adanya Poros Tengah Timur, yang mau ke Cianjur atau Bandung nggak perlu lewat Puncak lagi. Tapi bisa lewat jalan baru ini. Masuk dari Sukamakmur tembus ke Cianjur,” bebernya.

Ditukil dari detiknews.com, Rabu (30/10/2019), proyek jalur puncak II ini awalnya untuk mengurai kemacetan di jalur utama Puncak, Cisarua dengan target bisa rampung 2013 lalu. Namun kenyataannya hingga saat ini hanya sepanjang 3,5 km jalan yang sudah mulai diaspal dari total 47,8 km.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional IV Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Hartadi menjelaskan penggagas jalan Puncak II adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Menurut Bambang, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyampaikan ide tersebut kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berkunjung ke Istana Cipanas sekitar tiga tahun lalu.

Maklum saja, rombongan Presiden SBY kerap tersendat akibat macet dari Cipanas hingga keluar dari kawasan Puncak. Gayung pun bersambut, Presiden SBY setuju dengan pembangunan jalan alternatif menuju kawasan Puncak hingga kawasan Cipanas.

“Akhirnya diinstruksikan untuk membangun jalan itu,” kata Bambang dikutip dari Majalah detik Senin (2/6/2014) Pembangunan melibatkan kerja sama pemerintah provinsi dengan pemerintah pusat.

Pihak Provinsi meminta Kabupaten Bogor membebaskan lahan, sedangkan pusat bertugas membangun jalan dengan biaya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Rencana pembangunan jalan alternatif ke Puncak melewatii kawasan sirkuit Sentul-Babakan Madang-Hambalang- Sukmamakmur-Pacet Istana Cipanas.

Total anggaran untuk pembangunan jalan itu berdasarkan detail engineering design sebesar Rp 759 miliar. Jalan ini dirancang dengan lebar 30 meter dengan dua lajur menuju Jakarta serta dua lajur menuju Cipanas atau jauh lebih. (*)

Asep Saprudin