Masa Covid 19: Ada RT Keluhkan Dugaan Proyek "Siluman", Juga Ketua RW Minta Pelaksana Rehab SDN Cijeruk 02, Libatkan Warga

Masa Covid 19: Ada RT Keluhkan Dugaan Proyek "Siluman", Juga Ketua RW Minta Pelaksana Rehab SDN Cijeruk 02, Libatkan Warga

Bogor- Ada RT dan RW di Kabupaten Bogor meminta pihak pengusaha, khususnya perusahaan rekanan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, agar mengutamakan warga setempat untuk rekrutmen tenaga kerja.

Dengan begitu, pihak swasta telah membantu pemerintah dalam menangani sumber ekonomi warga dimasa pandemi Covid 19 saat ini.

"Tapi sayangnya tidak semua perusahaan peka dengan keinginan warga untuk dilibatkan jadi pekerja diproyek. Seperti PT Inovasi Multi Kreasi, perusahaan pelaksanaan proyek rehab gedung SDN Cijeruk 02, yang memilih tenaga kerja dari luar,"beber Badru, Ketua RW 01, Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, menyampaikan kepada wartawan, Rabu (21/10/2020) dikawasan Cibadak.

Menurutnya, warganya itu memiliki ragam bidang ke ahlian, termasuk yang bersentuhan dengan pembangunan. Namun sayangnya, potensi itu tidak dilirik pihak perusahaan yang mengerjakan proyek senilai Rp 806.506.000 untuk rehab gedung SDN Cijeruk 02, menjadi dua tingkat.

"Selama ini tidak ada pemberitahuan, baik pihak sekolah mau pun perusahaan ke kami, sebagai RW kaitan adanya pembangunan. Padahal jujur ada warga yang menyampaikan harapan agar bisa bekerja. Dan keinginan itu wajar sbg warga sini, apalagi saat ini lagi Covid, jadi dekat dengan rumah tak perlu jauh mencari pekerjaan," hematnya.

Ditambahkannya, ungkapan yang disampaikannya itu semata-mata untuk menindaklanjuti aspirasi warga. Ketua RW berharap, kedepan segala aktivitas perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja agar melibatkan warga setempat.

Ditemui terpisah, Aldi, pihak PT. Inovasi Multi Kreasi saat dikonfirmasi kaitan adanya aspirasi warga yang disampaikan Ketua RW itu, pihaknya pun mengakui belum melibatkan warga dalam pengerjaan proyek yang dibiayai oleh pemerintah tersebut.

"Kami sebagai pelaksana memang tidak melibatkan warga RT, RW setempat, karena ini langsung dari pusat dan untuk tenaga kerjanyapun udah disiapkan dari PT, jadi sudah satu paket,"jelasnya.

Aldi juga menegaskan, dengan keberadaan pegawai pelaksanaan proyek yang dinilai memiliki kualitas untuk menunjang hasil pekerjaan, menurutnya, sudah cukup hingga memungkinkan tidak ada penambahan pegawai.

"Maka menurut kami adanya pekerjaan pembangunan rehabilitasi kelas bertingkat SDN Cijeruk 02, walaupun tidak melibatkan RTatau RW setempat itu tidak jadi masalah,"tegasnya.

Ditempat berbeda, Ketua RT 01 RW 01, Desa Ciburayut, Kecamatan Cigombong, menyampaikan keluhan sama dalam menyoroti kegiatan pembanguna Solokan saluran air irigasi diwilayah tersebut, yang diduga proyek "siluman.

"Meski tidak ada papan proyek. Saya yakin itu proyek pemerintah. Dan tidak ada pemberitahuan ke kami sebagai RT. Padahal kami berharap dengan adanya proyek itu dapat menyerap tenaga kerja warga sini,"imbuh Agus Nurdin, Ketua RT 01.

Senada dikatakan Ketua RW 01, Madha yang mengakui sempat mendatangi lokasi proyek tersebut. RW berperawakan jangkung itu pun belum mengantongi status dan nama perusahaan pelaksana pembangunan saluran irigasi itu.

"Tadi ke situ, Saya tidak melihat ada papan proyek. Nanya sama yang kerja tidak jelas. Coba tanya langsung saja ke lokasi," perintahnya.

Ditinjau ke lokasi pembangunan Solokan saluran air yang diperkirakan baru 60 persen, nampak  diapit oleh petakan sawah dan posisinya tidak jauh dengan jalan.

Upaya konfirmasi ke pihak pelaksana tidak dapat ditemui. Keterangan beberapa pegawai dilokasi itu pun kurang memuaskan. Lalu papan proyek yang dicari pun tak nampak dilokasi tersebut.

Liputan : Egy Firmansyah | Nonot

Editor : Asep Saprudin