Masyarakat Cisadane Apresiasi Pimpinan Dewan Sikapi Penyempitan Danau Lido

Masyarakat Cisadane Apresiasi Pimpinan Dewan Sikapi Penyempitan Danau Lido

 

Cigombong- Keluarga besar Masyarakat Cinta Cisadane (MCC) menyambut baik sikap Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto, telah menyoroti kondisi penyempitan dan pendangkanlan Danau Lido yang telah berlangsung lama.

Hal itu diungkapkan Ketua MCC, Haji Acep Misbach, dengan mengungkapkan bahwa, aliran Danau Lido merupakan salah satu hulu Sungai Cisadane yang harus dirawat keasriannya. Pihaknya mengaku pada 2015 lalu sempat menyampaikan kepada pemerintah agar Setu Lido dinormalisasi.

"Kami sangat apresiasi kunjungan pimpinan dewan ke Kampung Cileutuh, sekaligus memperhatikan Danau Lido. Bagi kami itu luar biasa,"ungkap Haji Cep Misbachudin ketika ditemui disekretariat MCC berlokasi di Talang Cinagara, Jalan Raya  Cinagara, Kecamatan Cigombong, Senin (10/02/2020).

Dilanjutkannya, Danau Lido merupakan salah satu lokasi serepan air yang terdegradasi ditengah eksistingnya. Bahkan danau yang menjadi lokasi wisata Primadona dulu kala itu kini diduga mengalami kedangkalan.

"Kami sudah melayangkan kepada pemerintah provinsi untuk penanggulangannya. Tapi nehi alias nihil. Mudah-mudahan dengan hadirnya ketua dewan dan wakilnya dapat menjadi solusi untuk menjaga kelangsungan danau Lido,"harap Haji Bono sapaanya.

Senada dikatakan Djon Wakil Ketua MCC menambahkan, kini seiring berkembangnya kawasan pembangunan. luasa area genangab Danau Lido pun hanya menyisakan cerita hamparannya yang dulu luas.

"Kami tidak menolak pembangunan. Tapi hanya meminta agar setu Lido turut ditata. Jangan sampai ditengah gaung pemerintah menata danau, disisi lain ada danau malah mengalami penyempitan,"imbuhnya.

Sekedar mengingatkan, Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto beserta ketiga Wakilnya, Agus Rahim, Romli, Wawan Haekal dan Ketua Komisi III Satra meninjau lokasi pengurukan diarea Danau Lido, Rabu (5/02/2020) kemarin.

Dalam kesempatan itu, pimpinan dewan pun menyoroti pendangkalan permukaan Danau Lido ditengah-tengah tempat kuliner apung diatas permukaan setu Lido tersebut. Dewan pun sekaligus memastikan tempat singgah Bung Karno disekitaran kawasan tersebut.

"Danau Lido dan Setu Cihyang ini kan wewenang Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung Cisadane, kenapa bisa diurug dan dimiliki oleh pihak swasta. Kami akan mengunjungi Kantor BBWS Ciliwung - Cisadane untuk mempertanyakan kejanggalan ini,"kata Rudy Susmanto menyampaikan ditengah-tengah wartawan.

Politisi Gerindra yang jadi pejabat tinggi di Gedung Parlemen Cibinong melanjutkan, pihaknya sepat mungkin akan berkoordinasi dengan BBWS Ciliwung Cisadane pada Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (Kementrian PUPR) untuk normalisasi danau Lido.

"Kita jangan hanya sibuk membangun waduk atau bendungan, tetapi juga harus menjaga eksisting danau, waduk, bendungan dan setu yang ada di Kabupaten Bogor, sebagai daerah hulu kita bisa ikut mengendalikan bencana alam banjir karena sebelum ke Depok, DKI Jakarta, Bekasi dan Tanggerang air kita tampung dulu di 'penampung - penampung' air ini," imbuhnya.

Asep Saprudin