Merawat Semangat Mendiang H Endang Kosasih, Espreso Pilih Rumah Makan Ayam Bakar Pak Atok Deklarasi Jokowi Amin

Merawat Semangat Mendiang H Endang Kosasih,  Espreso Pilih Rumah Makan Ayam Bakar Pak Atok Deklarasi Jokowi Amin

Foto: Dokumen/Almarhum saat berkumpul dengan orang terdekat

 

CIAWI- Para kolega, kerabat, sahabat dan jaringan keluarga mendiang H. Endang Kosasih yang tergabung dalam Espreso akan berkumpul dalam acara silaturahmi bertemakan "Melanjutkan Semangat dan Merawat Cita-Cita Almarhun H.R Endang Kosasih" yang rencananya akan digelar di Rumah Makan Ayam Bakar Pak Atok, berlokasi di Bakom, Kabupaten Bogor, akhir pekan depan.

"Intinya acara ini peringatan 100 hari meninggalnya Kang Endang, sekaligus lebih merekatkan silaturahmi bagi jaringan keluarga besar, terutama yang ada di Espreso,"Asep S saat dihubungi, Jum'at (1/2) sore.

Dilanjutkannya, Espreso merupakan  buah dari gagasan Almarhum H.Endang Kosasih, jelang tutup usia. Espreso sendiri merupakan elemen tempat berkumpulnya jejaring Kang Endang Kosasih pendukung Jokowi.

"Jadi Espreso elemen yang mendukung Capres-Cawapres nomor urut 1, Jokowi-KH Ma'ruf Amin. Dalam arti sikap politik almarhum dengan dasar sudut pandang kepemimpinan Jokowi menjadi presiden,"terangnya.

Kenapa sosok Endang Kosasih yang juga dikenal sebagai politisi sohor mendukung Jokowi Amin, Asep menjelaskan bahwa, sikap politik jelang tutup usianya itu berdasarkan lebih kepada sudut pandang penilian terhadap kinerja serta kebijakan Presiden Jokowi, yang berorientasi bagi kepentingan masyarakat. Sehingga Endang Kosasih merasa terpanggil untuk mendukung Jokowi jadi presiden dua periode.

"Saat itu Kang Endang sempat mengemukaan jatuhnya pilihan terhadapa petahana, lantaran Almarun H Endang Kosasih, amat mendukung program pembangunan infrastruktur jalan, termasuk Tol Bocimi yang dinilainya bakal mampu menjadi solusi pengurai kemacetan dan perbaikan ekonomi.

Selain itu sertifikasi gratis bagi masyarakat pun menjadi dasar pertimbanganya dan lainya,"terangnya. Juga mendiang menilai, sambungnya, Jokowi masih layak untuk memimpin negeri ini satu periode lagi. Kang Endang beranggapan jika Jokowi bekerja dengan nyata, terencana guna meningkatkan kesejahteraan. Meskipun Jokowi kerap diserang lawan politik, namun dibalasnya dengan buah kinerja.

"Almarhum juga menilai program Jokowi bertahap, dengan target satu persatu diselesaikan.Salah satu contoh Tol Bocimi yang tentunya masyarakat wilayah sini pun merasakan dampaknya, seperti kemacetan terurai di jalur Ciawi-Sukabumi serta potensi wisata yang terkonsentrasi di Puncak kini mulai ramai di sekitarnya, seperti wisata arum jeram yang digandrungi turis timur tengah. Itu hanya contoh sederhana saja,"ujarnya.

Yang lebih menguatkan Kang Endang mendukung Jokowi, kata dia, adalah sosok KH Ma'ruf Amin yang digaet Capres Jokowi untuk menjadi Cawapresnya. Selain ulama, KH Ma'ruf Amin bagi mendiang tokoh NU. Sepatutnya, Endang Kosasih yang juga seorang nahdliyin wajib untuk mendukung. "Beliau sempat bilang ini adalah formasi nasionaslis dengan agamis.

Apalagi KH Ma'ruf Amin, tokoh NU. Untuk itulah  beliau berinisiatif membuat wadah pendukung Jokowi . Secara kebetulan kehadiran saudara Eko Octa aktivis 98, yang kerap berdiskus di rumah aspirasi yang kemudian jadi pos Espreso, turut mewarnai gagasan almarhum yang kemudian menelurkan Espreso artinya Endang Kosasih Capresnya Jokowi,"urainya.

Meskipun sikap politiknya itu tidak sejalan dengan sejumlah orang yang dikenal dekatnya, beber Asep, tapi tidak membuat seorang Endang Kosasih menyekat komunikasi mau pun menjauhi. Almarhum yang juga sempat menjabat Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor itu, tetap menjaga keharmonisan dengan komunikasi yang cair. "Beliau selalu bilang sama siapa pun, beda pendapat itu merupakan rahmat.

Yang berarti perbedaan itu bukan untuk diperdebatkan, namun harus saling menghormati. Makanya almarhum selalu intensif berkomunikasi dengan siapa pun. Bahkan jika diskusi soal Bogor, almarhum akan lupa waktu sampai lupa juga penyakit gula yang dideritanya,"ulasnya.

Bahkan jelang tutup usia, terang dia, semangat Kang Endang yang merupakan putra Bogor Selatan, kian mengebu untuk memenangkan Jokowi-Amin. Dia pun juga bersemangat mendapati sejumlah kader-kader muda yang dikenal dekat dekatnya maju di Pileg.

"Ya, dia bilang Pemilu 2019 ini akan jadi agenda politik terakhir, Jokowi Amin menang, Caleg-Caleg yang dekat denganya pun menang. Setalah itu beliau ngomongnya mau pensiun ingin beserta keluarganya. Tapi kenyataan bicara lain, ternyata Jokowi Amin pilihan terakhirnya dalam agenda politik. Kang Endang keburu tutup usia meskipun terlebih dahulu dirawat di RSUD Ciawi

. Kini beliau mewariskan semangat dan cita-citanya di Espreso,"ungkapnya. Maka dalam peringatan 100 hari atas wafatnya Endang Kosasih, juga mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, dengan derasnya keinginan dari jejaring almarhum, khususnya yang tergabung di Espreso untuk menggelar acara silaturahmi. Maka tergagaslah penyelenggaraan kegiatan di momen memperingati 100 hari wafatnya Almarhum H. Endang Kosasih.

"Dasarnya karena ada desakan serta dukungan dari seorang pengusaha muda, yang juga bersimpatik terhadap sosok Jokowi dan almarhum. Lebih mendasar lagi mewujudkan keinginan almarhum yang belum terealisasi yakni mendeklarasikan dukungan Espreso ke Jokowi. Untuk itulah kini tengah dimatangkan untuk tekhnis pengisian acara. Karena bagi peserta yang siap hadir dan sudah konfirmasi mencapai 700 beradal dari Bogor Selatan,"ungkapnya.

Jadi tujuannya kegiatan tersebut, lanjut dia mengatakan, untuk merawat semangat Almarhum H. Endang Kosasih dengan melanjutkan cita-citanya. Terutama untuk membantu mewujudkan kemenangan Jokowi -Amin di Bogor. Selain deklarasi Jokowi Amin, juga bakal mendeklarasikan tarik dukungan terhadap salah satu caleg.

"Untuk saudara mau pun jaringan keluarga Espreso yang berbeda pilihan. Tetap menjaga rasa persaudaraan dan kekeluargaan. Terpenting dimana pun, tetap gelorakan semangat juang mendiang dengantanamkan dalam tekad yang didasari oleh kekeluargaan dan kepentingan rakyat,"tukasnya.

Dian Pribadi