Merespon Intruksi Ketum, IP Dan Nur Amin: Ajak Keluarga Besar Golkar Rebut Pilkada 2018

Merespon Intruksi Ketum, IP Dan Nur Amin:  Ajak Keluarga Besar Golkar Rebut Pilkada 2018

BOGOR I fajarbogor.com- Intruksi Ketua Umum (Ketum) DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto, agar semua semua keluarga besar partai berlambang pohon beringin agar mensukseskan calon kepala daerah (Cakada) di Pilkada serentak pada 27 Juni 2018.

Langsung di respon pengurus Golkar Kabupaten Bogor yang mengajak semua kompenen, baik itu kader mau pun pengurus serta loyalis Golkar untuk menyatukan kekuatan untuk merebut "Pilkada" dengan memenangkan pasangan Jaro Ade-Inggri Kansil (JADI) di Pilbup Bogor dan duet Dedi Mizwar- Dedi Mulyadi, calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, yang akan di gelar bulan ini.

"Sudah saat kita kembali bersama sama membangun kekuatan dan fokus dengan agenda Pilkada. Sesuai dengan intruksi Pak Ketum kemarin,"tegas Nur Amin Wakil DPD Golkar Kabupaten Bogor, Minggu 3 Juni 2018, di Ciawi.

Menurut dia, agenda Pilkada tahun ini sangat penting. Karena akan menjadi tolak ukur menuju Pilpres 2019. Untuk itu, dia berharap keluarga besar Golkar berkonsentrasi untuk memenangi Pilkada 2018, termasuk menenangkan pasangan JADI.

Sementara itu Airlangga mengumpulkan seluruh keluarga besar dan mesin partai berlambang pohon beringin di wilayah Bogor, dalam acara santunan seribu anak yatim dan peringatan Nuzulul Qur’an di IPC, Ciawi, Kabupaten Bogor, Minggu 3 Juni 2018. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan agar keluarga besar Golkar fokus untuk mensukseskan agenda politik 2018. 

Sangat penting untuk mensukseskan Cakada yang di sorong Golkar baik itu Provinsi Jabar, Kota mau pun Kabupaten Bogor.

“Yang penting sekarang ini ada Calon Bupati Bogor Jaro Ade, ada Calon Wali Kota Bogor Bima Arya dan Wakilnya Dedie Rachim, serta Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dedie Mulyadi, Jaro Ade, Bima Arya mutlak dan wajib menang. Acara ini sifatnya barokah. Hari ini Ulang Tahun Bogor dan Bogor itu salah satu pusat kekuasaan pertama di Indonesia. Hari ini tanggal 3, dua-duanya (Jaro Ade dan Bima Arya, red) nomor 3,”tegas Airlangga saat di wartawan.

Airlangga yang juga menjabat Menteri Perindustrian dan Perdagangan, pun menjelaskan Pilkada tahun ini merupakan peta politik di Pilpres nanti. Sehingga bila Cakada yang diusung Golkar menang di Jabar maka bakal menang di nasional. Sedangkan menghadapi Pileg dan Pilpres 2019 di Bogor, Golkar menargetkan 15 kursi di 2019 untuk DPRD Kabupaten Bogor.

Pihaknya pun mengintruksikan semua lini Golkar khususnya Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) untuk bekerja keras dan cerdas memenangkan Pilkada.

“Tugas khusus AMPG menggarap pemilih milenial. AMPG maka harus dekat dengan masyarakat. Dinamisator kelompok pemuda. Dorong dan fasilitasi pekerjaan kaum muda,” ujarnya.

Sementara itu, Ketum AMPG sekaligus Ketua Panitia acara, Ilham Permana (IP), selain mengajak stakeholder Golkar memenangkan calon kepala daerah yang diusung Golkar juga mengajak hadirin stakeholder Golkar membaca Alfatihah agar Airlangga terpilih menjadi Wakil Presiden Jokowi.

Dalam kegiatan itu sekitar 3.000 orang lengkap dihadiri keluarga besar Golkar minus Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie. Di antaranya, Sekjen DPP Partai Golkar Letjen (Purn) Lodewijk Frerich Paulus, Ketum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Ilham Permana, para Ketua Korbid Golkar di antaranya Aziz Syamsudin dan Hajriyanto Tohari, Anggota DPR RI Fraksi Golkar asal Dapil V Kabupaten Bogor Ichsan Firdaus, Nawafie Saleh, dan Eka Sastra, Calon Wakil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, Calon Bupati Bogor Ade Ruhandi (Jaro Ade), Calon Walikota Bogor Bima Arya, Calon Wakil Walikota Bogor Dedie Abdul Rachim, Ravindra Airlangga, Deding Ishak, Humas DPP Golkar Ace Hasan Sadili, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Agus Mulyadi, Anggota DPRD Fraksi Golkar Kabupaten Bogor, Ketua DPD Partai Kota Bogor Tauhid J Tagor, para fungsionaris, Pengurus DPD, PK, dan Pedes Golkar Kabupaten Bogor, relawan pendukung Jaro Ade, sayap partai, organisasi karya kekaryaan, serta kiai dan alim ulama di antaranya KH Rahmatullah dan KH Dimyati. 

Asep Saprudin