Nitizen SURGA Bogor Nyinyir Soal Branding Mobil Desa

Nitizen SURGA Bogor Nyinyir Soal Branding Mobil Desa

Penulis Susilo Utomo

(Admin Grup SURGA BOGOR)

GRUP medsos Suara Warga (SURGA) Bogor selalu ramai oleh para nitizen yang kritis menyikapi berbagai isu. Baru-baru ini anggaran sewa piring Rp 183 miliar menjadi topik heboh. Hingga saya selaku pengelola grup berinisiatif meminta tanggapan kepada Ketua DPRD, kemudian berita itu pun diklarifikasi guna meluruskan.

Nah, terbaru dan langsung menghangat soal Branding mobil desa dengan gambar Bupati Bogor Ade Yasin dan Wakilnya Iwan Setiawan yang jadi topik nyinyir nitizen. Cuitan mereka pun rata-rata mempertanyakan brandingan mobil operasional desa dikesankan pencitraan.

Setelah saya telisik ternyata kegiatan itu menindaklanjuti surat yang dikeluarkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) bernomor 147/247-PK, ditandatangani oleh kepala dinas PMD yang ditujukan kepada Camat se Kabupaten Bogor, langsung disambut  beragam nyinyiran.

“Tolak Dong, kualitas Bogor dilihat dari wacana-wacana konyol yang jadi bahan tertawaan pihak luar” tulis akun DAS.

Lontaran cuitan akun bernama DAS itu pun mengundang reaski para pemilik akun lainya. Mereka pun saling menimpali pernyataan yang dikirim. Salah satunya ialah pemilik akun RB yang menyampaikan ungkap setuju. Ia pun memberikan masukan untuk mempercantik gambar tersebut.

“Du branding begitu setuju.Hanya kalau bisa logo Tegar Beriman di pintu depan kanan kiri dan tidak usah pakai foto Bupati/Wabup . Kalau pun mau pake foto gerbang Pemda yg terlihat dari depan bukan foto tersebut,"timpal RB.

“Ada baiknya gak perlu ada photo...logo tegar beriman juga cukup tp itu hak mereka selama tidak melanggar aturan”sambar Akun ESS Sejurus kemudian akun AHM dengan tegas menulis

“Lahh itu bener desainnya kayak gtu? serius? Kalau beneran itu bukan desain Kabupaten Bogor tapi desain kayak kampanye dong, Logo Kabupaten Bogor yg digedein bukan foto bupati”selorohnya.

Tambahan dari akun RH, “Ada foto Bupati dan Wakilnya dimobil siaga Desa !!! Apa uang pribadi mereka. Kalo bukan sangat tidak setuju. Masa mobil siaga digunakan untuk iklan Bergerak,"protesnya.

Itulah ragam nyinyiran nitizen di SURGA Bogor sebagai ungkapan yang dirasa tidak terlalu berlebihan. Bahkan tidak sedikit juga warganet itu mempertanyakan payung hukum kaitan Branding gambar bupati dan wakilnya.

Ekspresi nitizen yang merupakan warga Kabupaten Bogor saya tangkap bentuk menyuarakan kritik. Sehingga perlu disikapi oleh pemegang kebijakan di Tegar Beriman. Hemat saya itu merupakan bentuk kecintaannya kepada Kabupaten Bogor.

Ungkapan itu saya simpulkan sebagai harapan masyarakat kepada pejabat Kabupaten Bogor agar meningkatkan kinerjanya dengan baik. Sehingga masyarakat dapat merasakan peran dan kehadiran ditengah masyarakat.

Jadi tak perlu hanya menebar gambar saja. Tinggal tunjukan kinerja positif dalam melayani serta melonggarkan kebijakan yang pro rakyat. Dengan demikian, masyarakat yang sudah cerdas sekarang akan memberikan apresiasinya.

Mungkin sosok Walikota Surabaya, Ibu Tri Rismaharini, patut dicontoh sebagai pemimpin yang bekerja keras. Perempuan tangguh itu dikenal tak kenal lelah. Dampaknya perekonomian didaerah itu bergeliat berkembang.

Kesejahteraan pun terwujud menyentuh hajat masyarakat. Begitulah hemat pandangan yang diharapkan dapat menjadi masukan. Dan saya tegaskan, tidak ada unsur kepentingan kotor dibalik penyampaian ini, melainkan rasa cinta kepada Kabupaten Bogor, pun saya kira para nitizen pun sama. Sekian.