Pak Wowo: Terimakasih Baitulmal Tazkia, Anak Saya Akhirnya dapat Bersekolah

Pak Wowo: Terimakasih Baitulmal Tazkia, Anak Saya Akhirnya dapat Bersekolah

 

Bogor  | fajarbogor.com--Senyum kebahagian merekah di wajah Pak Wowo, lelaki 45 tahun itu bahagia melihat anak bungsunya, Muhammad Rizki dapat bersekolah Sekolah Dasar, SDN Bunnar 03 Kec Cigudeg Kab Bogor. Setelah bingung, dan hampir putus asa untuk menyekolahkan anaknya.
 
“Alhamdulillah mas, saya bahagia sekali melihat besok Senin anak saya akan sekolah. Dan dapat membeli seragam sekolah bersama-sama dengan Baitulmal Tazkia” ucap Pak Wowo, saat belanja seragam bersama Baitulmal Tazkia.

Tak dapat digambarkan kembali kebahagiaan Pak Wowo saat team Baitulmal Tazkia, mengajak Pak Wowo dan keluarga untuk berbelanja di Pasar Jasinga Kab Bogor. Itulah pertama kalinya ia menginjakan kaki ke Pasar tersebut. 

Lelaki asli Brebes, Jawa Tengah yang sekarang berdomisili di Desa Bunnar Kec Cigudeg Kab Bogor ini, dikarunia 3 orang anak, yang pertama duduk di bangku SMK, kedua di SMP dan yang terakhir akan masuk ke bangku Sekolah Dasar. Semua anaknya merupakan anak-anak yang cerdas di sekolah, sehingga membuat dapat meraih beasiswa dari sekolahnya, termasuk beasiswa beastudi dari Baitulmal Tazkia.

Pak Wowo merupakan salah satu mustahik binaan Baitulmal Tazkia, ia harus rela kehilangan tangan kanannnya dikarenakan kecelakaan kerja. Pekerjaan sebagai kuli bangunan dengan banyak resiko, ia tersengat listrik tegangan Tinggi.

 


“Saat itu, ditahun 2016 saya menjadi kuli bangunan di salah satu rumah warga. Saat hendak mengambil kayu, ternyata kayu tersebut basah dan tersentuh kabel PLN yang terkelupas” Cerita ia sambil berkaca-kaca, sedih.

Akibat kecelakan tersebut tak hanya kehilangan tangan kanannya, ia juga harus merasakan luka bakar yang serius sekujur kakinya. Meski saat ini sudah tidak ada obat yang dikonsumsi, namun jika terlalu lama ia menggunakan celana panjang berefek rasa panas yang dirasa.

Saat ini, untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari. Ia membuka warung kecil-kecilan dengan bermodal 750 ribu, yang hanya menghasilkan laba 10  ribu sampai 20 ribu per hari. (SA)/ Cep Rendra **