PDIP Dan Radar Sepakat Damai

PDIP Dan Radar Sepakat Damai

BOGOR I fajarbogor.com- Tuduhan massa PDI Perjuangan Kota Bogor telah melakukan pemukulan ternyata tidak terbukti. Hal itu disampaikan langsung oleh office boy Radar Bogor yang baru bekerja 2 bulan bernama Anwar. Didepan anggota DPR RI asal Derah Pemilihan (Dapil) Kota Bogor-Cianjur, Diah Pitaloka dan senior PDI Perjuangan, Rudi Harsa Tanaya serta CEO Radar Bogor Hazairin Sitepu, Pimpinan Redaksi Tegar Bagja, Pimpinan Umum Aswandi dan disaksikan Staf Khusus Wakil Presiden Jusuf Kalla, Alwi Hamu dan Kapolsek Bogor Barat, Kompol Pahyuni, office boy tersebut akhirnya mengaku tidak dipukul.

“Saya saat itu seperti akan dipukul. Tapi, tidak dipukul,” kata Anwar, saat puluhan kader PDI Perjuangan Kota Bogor kembali mendatangi kantor surat kabar Radar Bogor di Graha Pena, Jalan KH Abdullah Bin Nuh, Kecamatan Bogor Barat, Jumat (1/6/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, Atty Somaddikarya, ingin mengklarifikasi terkait adanya isu di luar yang menyebutkan bahwa kader PDI Perjuangan telah melakukan pemukulan terhadap Staf Radar Bogor. Belakangan ternyata diketahui, bukan staf melainkan office boy, bahkan tidak terjadi tindak kekerasan atau pemukulan.

"Alhamdulilah kami dapat bertemu langsung dengan staf kantor bersama pimpinan Radar Bogor dan Kapolsekta Bogor Barat dengan penuh keakraban, walau awalnya sedikit tegang," kata Atty.

Menurutnya, rumors massa PDI Perjuangan melakukan aksi kekerasan sempat membuat pihaknya bertanya-tanya karena saat kedatangan sebelumnya merasa merekam semua kegiatan aksi protes saat datang ke radar Bogor, Rabu (30/5/2018).

"Jadi harus diluruskan secara terang benderang apakah memang terjadi pemukulan atau tidak agar informasi ini sampai kepada publik," ungkap Atty.

Sebagai informasi, kedatangan massa banteng berkunjung ke Radar Bogor selain untuk mengklarifikasi isu dugaan kekerasan juga untuk memprotes pemberitaan berjudul "Ongkang-Ongkang Kaki" Dapat Rp112 Juta yang terkesan memojokan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Badan Pengarah Ideologi Pancasila (BPIP).

Berdasarkan hasil klarifikasi, kata Atty, terungkap bahwa tidak benar telah terjadi pemukulan. "Jadi saat dikonfrontir dengan pihak yang menyatakan telah terjadi tindak kekerasan. Hal itu tak bisa dibuktikan karena korbannya tak ada, begitupun pelakunya," tuntasnya. (*)

Eko Octa