Pembangunan DD Pukau Dunia, Anggaran Ditambah Rp 10 Triliun

Pembangunan DD Pukau Dunia, Anggaran Ditambah Rp 10 Triliun

CIGOMBONG|fajarbogor.com- Lantaran ketidak siapan dari pihak panitia kegiatan dialog pemanfaatan realisasi dana desa, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang usai meresmikan Tol Bocimi seksi I, urung menghadiri acara dari Kementrian Desa (Kemendes) selama dua hari (1-2/12) dilapangan Bojong Kiharib, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, Sabtu (1/12).

Namun berdasarkan informasi, esoknya, Minggu (2/12), orang nomor satu dinegeri ini akan hadir dalam acara tersebut. Kendati demikian, Eko Putro Sandjojo Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, yang hadir dilokasi mendapat sambutan hangat dari peserta yang hadir.

Ratusan peserta yang terdiri dari 19 pendamping desa se-Jawa Barat (Jabar), Sekdes, Kades, Camat, Himpaudi dan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) se- Kabupaten Bogor, pun berebut meminta selfie dengan foto bareng Menteri yang mengenakan kemeja berwarna putih.

"Hidup Pak Eko, Jaya Pak Eko,"serentak peserta sambil berpose bareng menggunakan ponselnya. Dengan sabar, Eko Putro Sandjojo pun meluangkan waktu foto bareng peserta sebelum membuka acara tersebut.

Kemudian ditengah pemaparan kaitan dana desa (DD) , Menteri Eko pun mempersilahkan salah seorang peserta yang bersedia maju kedepan kedepan untuk menjawab pertanyaan. Rohimah, peserta yang penuh percaya diri ini pun beranjak dari tempat duduknya dan berdiri dihadapan Menteri. Dengan semangat, perempuan paruh baya itu pun menjawab pertanyaan Menteri Desa soal manfaat DD bagi warga.

"Dengan DD kampung saya jalan infrastrukturnya jadi bagus, air pun mengalir, pembangunan juga mulai meningkat, ini karena program Presiden Jokowi, "cetus Rohimah yang juga warga Cinagara yang kemudian berpantun.

Senada dikatakan Hasanah, peserta lainya yang berasal dari Kecamatan Parung, dengan digulirkannya program DD banyak terasa manfaatnya. Khususnya pembangunan jalan yang kini mencapai 70 persen.

"Kedepan kami berharap pemerintah pusat menambah DD dab dijadikan untuk perbaikan gizi anak. Karena pembangunan infrastruktur sudah 70 persen,"imbuhnya.

Sementara, Menteri Desa Eko menjelaskan, pemerintah pusat menaikan anggaran DD yang semula Rp 60 triliun menjadi Rp 70 triliun. Ditambahkanya, dana itu untuk mengembangkan potensi perekonomian. Salah satunya ialah Jabar yang memiliki potensi dibidang pertanian, pariwisata.

“Kalau untuk dana kelurahan beda lagi hanya diberikan 3 triliun dan itu dananya berasal dari Kementerian Dalam Negeri,”ujar Eko kepada awak media.

Untuk itu, kata dia, bantuan DD yang digelontorkan pemerintah pusat dalam melakukan pembangunan serta menggali potensi didaerah, agar dimanfaatkan untuk pemberdadayaan.

“Kita tahu, bahwa pembangunan infrastruktur itu relatif dan luas, jadi selain bisa melihat dari desa-desa lain yang Bumdesnya sukses dan pendapatannya lebih besar dari dana desa, berarti potretnya juga lebih besar,”terangnya.

Dibeberkannya, pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DD sudah membuat dunia terpukau dengan mengakuinya. Sebab telah mampu menghasilkan pembangunan jalan dan jembatan hingga ribuan kilo meter.

“Banyak pembangunan yang sudah kita laksanakan hingga diakui dunia, seperti membangun jalan sepanjang 1058 Km, jembatan lebih dari 1000 KM, sarana air bersih hampir 100 juta unit, PAUD, Polodes, Posyandu dibangun puluhan ribu termasuk ,membangun MCK 175 ribu,”ungkap Eko.

Lebih lanjutnya, hasil penyerapan dana desa hingga sekarang sudah cukup baik. Dimana, dari tahun ketahun terus mengalami peningkatan.

“Kenaikan ini dilihat dari sistem pengelolaannya yang sudah bagus, sebab dana desa dikucurkannya dalam tiga tahap, maka dari itu hasilnya diakui dunia,”terangnya.

Asep Saprudin