Pengawas: Pembangunan Ruas Jalan Barengkok-Pabangbon, Upaya Mendongkrak PAD di Sektor Pariwisata

Pengawas: Pembangunan Ruas Jalan Barengkok-Pabangbon, Upaya Mendongkrak PAD di Sektor Pariwisata

 

Leuwiliang- Daerah Bogor Barat (Bobar), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, bukan saja diketahui dengan hasil tambangnya, melainkan juga memiliki destinasi wisata alam yang dapat menjadi nilai tambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk sektor pariwisata.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, pun berusaha meningkatkan perbaikan infrastruktur jalur menuju tempat-tempat wisata. Salah satunya ialah proyek peningkatan pembangunan ruas jalan Barengkok-Pabangbon sebesar Rp Rp 10.233.200.000 untuk menunjang akses jalur menuju tempat wisata diwilayah Kecamatan Leuwiliang.

"Pembangunan ruas Jalan Barengkok - Pabangbon dilanjutkan lagi untuk anggaran tahun 2020 ini. Tujuannya ialah untuk peningkat jalan dalam mendongkrak PAD di sektor pariwisata yang ada di bogorbarat,"ungkap Dedi, pengawas jalan dan jembatan wilayah V pada Dinas PUPR Kabupaten Bogor, kemarin.

Dilanjutkannya, kegiatan pelaksanaan kegiatan yang menyerap anggaran sepuluh miliar lebih itu, baru mencapai 40 persen dalam rentang waktu kerja sekitar dua mingguan. Dia meyakini, pelaksanaan kegiatan pengerjaan jalan Barengkok-Pabangbon akan rampung sesuai agenda ditentukan.

"Proyek ruas jalan Barengkok -Pabangbon dengan anggaran Rp 10.233.200.000, dengan nomor kontrak 629/083L32.2403 /ting-jln /PJJ /2/spjpk /dpupr. Jika dilihat sesuai progres kegiatan hampir dua mingguan ini. Nampak sekitar 30 sampai 40 persen, cukup masuk target dengan kontrak yang ada,"yakin Dedi, tanpa menyebut secara rinci panjang dan lebar ruas jalan yang tengah dibangun itu. Agar sesuai target,

Dia pun mengaku, terus berusaha melakukan pengawasan kegiatan pelaksanaan proyek tersebut. Pihaknya, tak segan melakukan peneguran jika ada pengerjaan yang tidak sesuai ketentuan yang disepakati.

Dengan demikian, Dedi berharap, kegiatan proyek pembangunan ruas jalan itu berjalan dengan baik.

"Kami terus monitoring dan selalu berkoordinasi dengan konsultan. Aagar tahapan- tahapan pekerjaan ini terus ada peningkatan katanya. Dan kami sering menegur pelaksana mau pun konsultan jika tidak sesuai supaya diperbaiki,"tegas Dedi.

Sementara, Ujang, salah satu warga setempat merasa bersyukur dengan adanya proyek tersebut. Selain mempercantik jalan untuk kenyamanan warga saat berkendara, proyek itu juga telah memberikannya ladang penghasilan.

"Alhamdulilah, dengan adanya kegiatan ini kami bisa ikut aktifitas kerja. Messkipun pekerjaan saya hanya tukang gali, namun cukup membantu Karana jujur dengan keadaan pademi corona19 kami sudah tidak lagi kerja di Jakarta,"tukas Ujang menambahkan.

Liputan Kontributor : Asep Sambas

Editor : Asep Saprudin