Persoalan Lingkungan Belum Diselesaikan, Transmart Ngotot Buka Akhir Bulan

Persoalan Lingkungan Belum Diselesaikan, Transmart Ngotot Buka Akhir Bulan

 

BOGOR | fajarbogor.com - Setelah melalui audiensi pertama hari Rabu (23/05/2018) Transmart Yasmin yang berada di Jalan KH Abdullah Bin Nuh dinyatakan memiliki banyak persoalan dan Pemkot Bogor menolak memberikan rekomendasi untuk "Soft Launching" di tanggal 25 Mei 2018 dan pihak Transmart beserta pengembang diberikan kesempatan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sampai hari Senin (28/05/2018).

Senin (28/05/2018) Audiensi pun dilakukan kembali di Paseban Sri Bima Balaikota Bogor dan pihak Transmart mengklaim sudah menyelesaikan semua persoalan yang ada dan akan melakukan "Soft Launching" pada tanggal 31 Mei 2018. Transmart merasa bahwa berbagai persoalan yang pernah mencuat sudah diselesaikan dan ditangani semua, seperti izin UKM Perindustrian dan Perdagangan (UPP), Izin Sertifikat Laik Fungsi (SLF), termasuk penyelesaian dengan warga.

"Saya rasa sudah tidak ada kendala lagi. Izin UPP kita sudah ada, Izin SLF juga sudah ada tinggal beberapa yang harus dilengkapi. Dengan warga juga sudah kita selesaikan. Jadi, sudah tidak lagi kendala untuk opening pada tanggal 31 Mei mendatang," tutur Coorporate Comunication GM Transmart, Satria Hamid usai audensi.

Sementara DPD KNPI Kota Bogor yang turut hadir dalam acara audiensi melihat apa yang dilakukan pihak Transmart belum diselesaikan dengan baik, terutama pada penyelesaian soal lingkungan.

"Waktu pertemuan pertama itu, kita memiliki prinsip bahwa Transmart harus bisa menyelesaikan persoalan-persoalan yang sifatnya langsung kepada masyarakat dan kedua soal lingkungan. Jadi, prinsip kami untuk menunda launching itu bukan kemudian dilakukan pada tanggal 31 Mei, tapi minta penyelesaian soal lingkungan itu diselesaikan dulu, setelah itu baru laksanakan launching," ujar Ketua KNPI Kota Bogor, Bagus Maulana.

Bagus mengungkapkan, bahwa pertemuan hari ini dirinya mendapatkan informasi bahwa persoalan yang langsung kepada masyarakat sudah diselesaikan oleh pihak transmart. Tapi persoalan terhadap lingkungan sampai hari ini belum diselesaikan. Yakni soal penebangan pohon yang disepanjang Jalan KH Abdullah Bin Nuh.

"Tadi kami juga sudah dapat info dari pihak Transmart, bahwa penebangan pohon itu dilakukan oleh Pemkot Bogor, maka kita akan tunggu vonis dari Satpol PP. Bila vonis tidak sesuai, kita akan lakukan gugatan Citizen Law Suit, karena kita sebagai subjek hukum memiliki kekuatan penuh, memiliki hak penuh untuk melaksanakan gugatan," tegasnya.

Bagus meminta agar persoalan penebangan pohon diselesaikan hingga mendapatkan ketetapan hukum secara inkrah, baru dilaksanakan persoalan opening dan dioperasionalkannya Transmart.

"Selesaikan dulu semua persoalannya, baru silahkan mereka menjalankan usahanya," pungkasnya. (*)

Reporter: Fadil Novianto