Pilkades Membawa Berkah Peruntungan Bagi Pedagang Cilok

Pilkades Membawa Berkah Peruntungan Bagi Pedagang Cilok

(Foto: Suasana diarea TPS Pilkades Ciadeg Yang di Padati Warga Saat Mengikuti Sesi Perolehan Suara)

Cigombong- Bagi para pedagang momen perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak, Minggu (3/11/2019) membawa berkah. Musababnya, ribuan pemilih yang hadir ke lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) membawa peruntungan bagi pedagang.

Seperti dituturkan Mawi, pedagang Cilok yang berjualan di area TPS Pilkades Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, mengaku senang dengan adanya agenda politik enam tahunan tersebut. Pasalnya Cilok yang didagangkan laris manis tanjung kimpul alias Cilok abis duit ngumpul.

"Alhamdulillah, saya dari pagi sudah lima kali ngambil persediaan Cilok dirumah. Penjualan berbeda dengan hari biasa, pokoknya hari ini berkah ada Pilkades,"tutur Mawi saat dihampiri.

Menurutnya, Hari H pencoblosan pilkades menjadi momen adu nasib bagi para kontestasi yang bersaing untuk dipilih masyarakat. Namun bagi pedagang seperti dirinya menjadi ladang untuk mengumpukan pundi-pundi.

"Kalau haru biasa saya harus jalan keliling. Kadang nyisa juga kadang abis. Hari ini cuma dieum aja, tapi penghasilannya cukup buat satu minggu. Coba kalau pilkades tiap hari, tukang cilok bisa naik haji,"seloroh Mawi sambil bercanda.

Kemujuran ditengah pelaksanaan Pilkades juga dirasakan Sobar, penjual es Cingcau dilokasi tersebut. Ia pun mengaku keteteran melayani pembeli. Dari hasil penjualan hari itu, dirinya mengaku dapat peruntungan berlipat dibandingkan hari biasa.

"Alhamdulillah, saya syukuri rezeki ini. Istri saya yang jualan Cincau didesa tetangga juga rame. Untung saya buat Cincau melebihi stok biasanya. Sekarang lihat aja sudah kosong. Mudah-mudahan berkah,"ujarnya.

Memang hampir semua pedagang dilokasi itu mengaku dapat peruntungan berlipat. Mereka pun telah mempersiapkan stok dagangan, terutama pedagang cemilan. Namun berbeda dengan pedagang baju dilokasi tersebut yang tidak seberuntung pedagang lainya.

Asep Saprudin