Polisi Sidik Dugan Korupsi di PDAM Tirta Kahuripan

Polisi Sidik Dugan Korupsi di PDAM Tirta Kahuripan

Foto:Ilustrasi

CIBINONG|fajarbogor.com- Adanya dugaan korupsi terkait markup dan proyek tanpa lelang 2018 di PDAM Tirta Kahuripan, menjadi sorotan Polres Bogor dengan melayangkan surat permintaan penyidikan pada September 2018, dengan nomor R/2913/LI/IX/2018.

Dibenarkan Humas Polres Bogor Ita Puspita yang mengatakan, persoalaan itu tengah dalam pemeriksaan tim penyidik. "Masih dalam pemeriksaan ini kabar dari Reskrim,"kata Ita Puspita saat dihubungi, Kamis (18/10/2018).

Dikonfirmasi Iptu Dayat petugas penyidik menjelaskan bahwa, proses penyidikan dalam tahap menghimpun data dokumen. "Masih dalam proses penyelidikan. Baru permintaan data-data dari Pemda Bogor,"jelasnya secara singkat.

Terpisah Agus Riyanto Humas PDAM Tirta Kahuripan,mengatakan, pihak Badan Usha Milik Daerah BUMD Kabupaten Bogor itu menunggu hasil penyidikan. "Kami masih menunggu proses yang dilakukan Polres,"singkatnya Agus melalui pesan pendek yang dikirim.

Menyikapi dugaan kasus korupsi tersebut, Jajang Furkon, peneliti Gerakan Rakyat Anti Koruptor (GERAK) mengapresiasi langkah Polres Bogor, yang berniat melakukan penyidikan soal dugaan penyimpangan anggaran tahun 2018 dan proyek-proyek tanpa lelang di BUMD tersebut

"Kita apresiasi kinerja aparat kepolisian yg menyelidiki dugaan di PDAM,"kata Jajang Furqon, Kamis (18/10/2018).

Namun, Jajang sapaan akrabnya berharap persoalaan yang ada di perusahaan plat merah itu ditangani secara tuntas. Sebab, sebelumnya ada juga perusahaan milik pemerintah daerah yang di sidik Polres Bogor.

"Tetapi diluar itu BUMD-BUMD yg pernah di lakukan penyelidikan juga harus diungkap dan diteruskan ke Meja hijau, ambil contoh dugaan korupsi di BUMD PT PRAYOGA yg pernah di sidik polisi, mana ujungnya smpai sekarang belum jelas,"beber Jajang yang juga Caleg DPRD Kabupaten Bogor Partai Nasdem Dapil 6 dan tim kampanye Daerah Jokowi-ma'ruf amin bidang hukum.

Asep Saprudin