Politisi Golkar Greget Soal Branding Mobil Desa

Politisi Golkar Greget Soal Branding Mobil Desa

Cibinong- Politisi Golkar Aan Triana Al Muharom sepertinya greget menyikapi adanya surat pemberitahuan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) bernomor 147/247-PK berkaitan dengan branding ulang mobil siaga desa.

Pasalnya, surat yang ditujukan untuk camat dan kades tersebut meminta agar mobil untuk membantu warga itu di branding dengan gambar Bupati dan Wakilnya Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Bogor itu pun menilai hal itu kurang elok. Apalagi yang tidak memunculkan logo Tegar Beriman.

“Kalau menurut saya, masih ada yang lebih penting ketimbang sekedar menekankan rebranding, DPMD harusnya lebih membuat penekanan dan pemberitahuan terkait fungsi Mobil Siaga Desa tersebut.

Karena masih ada juga masyarakat yang mengeluhkan mobil siaga Desa sering dipakai untuk kepentingan pribadi para aparat Desa, ketika ada masyarakat yang urgent dan butuh dengan mobil tersebut, terkadang mobilnya tidak dilokasi karena dipakai bukan peruntukannya”. jelas Aan saat dihubungi, Minggu (17/11/2019).

Dilanjutkannya, respon itu menindaklanjuti adanya aduan serta keluhan warga yang tidak menyetujui soal branding mobil desa yang terkesan pencitraan.

"Banyak sekali yang menghubunginya setelah terbit surat itu, banyak yang mempertanyakan terkait dasar aturannya, kenapa harus ada foto Bupati dan Wakil Bupatinya, hilangnya Logo Tegar Beriman, sampai pertanyaan terkait anggaran yang harus dialokasikan dari bagi hasil pajak daerah di slot APBDes,"terangnya.

“Kalau menurut saya, masih ada yang lebih penting ketimbang sekedar menekankan rebranding, DPMD harusnya lebih membuat penekanan dan pemberitahuan terkait fungsi Mobil Siaga Desa tersebut.

Karena masih ada juga masyarakat yang mengeluhkan mobil siaga Desa sering dipakai untuk kepentingan pribadi para aparat Desa, ketika ada masyarakat yang urgent dan butuh dengan mobil tersebut, terkadang mobilnya tidak dilokasi karena dipakai bukan peruntukannya”sambungnya.

Dia pun menyarankan, jika branding mobil desa berdesainkan potensi desa setempat. Sehingga bermuatan moral atau pun promosi.

“Saran saya kalau Mobil Siaga Desa mau di branding, lebih bijak jika menggunakan logo Tegar Beriman sebagai simbol Kabupaten Bogor, atau tampilkan potensi Desa setempat disana, sehingga bisa dilihat oleh seluruh masyarakat dimanapun mobil itu berada, anggap saja promosi gratis dan bisa menghasilkan potensi masuknya PADes”. Sambungnya.

“Yah, kalau ga memungkinkan karena terbatasnya waktu hanya sampai akhir November ini untuk melakukan rebranding ngapain juga dilakukan, toh di surat itu pun tidak tertera sanksi apa jika ini tidak dilakukan, sekali lagi buat saya masih banyak hal yang lebih penting ketimbang hanya rebranding."tukasnya.

Asep Saprudin