Politisi PAN, Safrudin Bima Dari Awal Sudah Ingatkan Pemberhentian Operasional KRL Selama PSBB

Politisi PAN, Safrudin Bima Dari Awal Sudah Ingatkan Pemberhentian Operasional KRL Selama PSBB

 

Bogor- Banyak kalangan, termasuk Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor, Safrudin Bima,  sejak awal sudah mengingatkan dengan mengusulkan agar operasional Kereta Api masuk Bogor, dihentikan selama diterapkan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran virus Covid 19.

Kini kekhawatiran banyak kalangan, termasuk Safrudin Bima, yang juga anggota DPRD Kota Bogor,  benar terjadi setelah diketahui ada 3 orang dari 325 penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuterline  menjadi korban keganasan virus yang cepat menyebar ini.

Seperti yang diumumkan Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat (Jabar) dalam cuitan di akun pribadi twitteernya mengumumkan bahwa, dari hasil menjalani polymerase chain reaction (PCR) Swab Test di Statsiun KRL Bogor, 3 penumpang itu dinyatakan positif tertular virus Covid 19.

“3 positif covid dari 325 penumpang KRL Bogor-Jakarta yang kami sampling dgn test swab PCR (di Stasiun Bogor),” jelas Ridwan Kamil atau akrab disapa Kang Emil dalam cuitannya, Minggu (03/05/2020) malam.

Dengan adanya kasus baru 3 orang positis dari 325 penumpang KRL yang disampaikan Kang Emil, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, akan melakukan penelusuran untuk memastikan domisili ke 3 orang tersebut.

”Iya sedang kita telusuri dulu. Kita pastikan dulu yah,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno yang dibaca dari BogorNetwork, Selasa (6/5/2020) malam.

Kemudian Wakil Walikota Bogor, Dedie A Rachiem menyebutkan bahwa, dengan adanya fakta baru terkait perkembangan kasus Covid-19 itu maka membuktikan potensi risiko penularan virus sangat tinggi di KRL Commuterline Bogor-Jakarta.

“Hal ini berarti bahwa ada potensi resiko yang menghantui warga bila bepergian memakai alat transportasi masal. Untuk itu mari kita sama-sama memperbaiki langkah agar potensi penyebaran Covid-19 dapat terus ditekan,” ujar Dedie yang juga menjabat sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bogor.

Sebelumnya diberitakan, Ketua DPD PAN Kota Bogor, Safrudin Bima, sepertinya sudah menduga bila tidak diberhentikan operasional KRL akan rentan terjadi penularan. Untuk itu, pihaknya meminta semua kalangan bertindak sama dengan mengikuti arahan pemerintah dalam memerangi penyebaran virus.

"Saya mengusulkan selama masa PSBB itu sebaiknya kereta api masuk Bogor pun dihentikan operasionalnya. Tim Gugus Tugas Covid 19 disarankan agak melakukan komunikasi & berkoordinasi dgn pihak manajemen PJKA,"kata Safrudin Bima melalui siaran pers yang dikirim melalui jaringan whatsaps , Kamis (16/4/2020).

Ketua DPD PAN Kota Bogor tersebut menjelaskan bahwa, perlunya koordinasi itu untuk mensinergikan upaya pemutusan  penyebaran Covid 19, yang merupakan kebijakan pemerintah pusat. Dengan begitu, pihaknya menilai ikhtiar bersama dalam melakukan pencegahan virus mematikan agar tidak meluas lebih efektif.

"Dalam artian untuk mengambil langkah yang sama dan searah.  Dalam upaya kita semua yang dimotori Pemerintah dalam memutus atau menghentikan penyebaran covid 19, supaya upaya dan langkah yg diambil  efektif dan berhasil sesuai harapan kita,"terang Safrudin Bima.

Dia menjelaskan, usulan yang disampaikannya itu mengilik kondisi penumpukan orang di sebuah Statsiun Kereta Api, pada hari pertama diterapkan PSBB di Kota Bogor, Rabu (15/4/2020) kemarin. Ia berharap, semua pihak kalangan masyarakat bersama-sama bertindak searah dalam memutus mata rantai tersebarnya Covid 19.

"Karena saya memantau sampai  paginya (Kamis,red) masih terjadi penumpukan orang atau penumpang, misalnya di stasiun cilebut. Ini bahaya bagi kita semua kalau situasi ini terus terjadi, sedangkan upaya pihak PJKA dalam penertiban serta pengaturan tumpukan dengan  berhimpit-himpitan tidak terlihat. Pokoknya semua pihaklah harus bersikap dan bertindak searah,"tukas politisi nyentrik ini.

Asep Saprudin